Terkini

Pemerintah Tangani Karhutla di Empat Wilayah Rawan Kalimantan Tengah

Pemerintah mempercepat pembasahan gambut dan pembangunan infrastruktur air untuk menekan risiko kebakaran serta kabut asap di sekitar Palangka Raya.

Images Source : Radar Bogor

Karhutla Masih Mengancam, Pemerintah Siapkan Penanganan di 4 Lokasi Rawan Kebakaran

Pemerintah memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di empat provinsi rawan, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, dan Papua Selatan. Langkah yang diprioritaskan Kementerian Koordinator Bidang Pangan ini merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2026 dan melibatkan instansi pemerintah serta perusahaan lintas sektor.

Fokus di Kalimantan Tengah

Di Kalimantan Selatan, penanganan mencakup sekitar 13 ribu hektare lahan. Sementara di Kalimantan Tengah, pemerintah memusatkan penanganan pada titik-titik yang selama ini menjadi sumber asap bagi Kota Palangka Raya, melalui pembangunan sumur bor, sekat kanal, dan pengaliran air sungai ke area berpotensi terbakar.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan tiga kawasan utama di Kalimantan Tengah telah menjadi sasaran pekerjaan sejak dua pekan lalu. Pengerjaan dilakukan bersama gabungan perusahaan kelapa sawit Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia.

“Di Kalimantan Tengah, instalasi utamanya berada di Palangka Raya. Kita menargetkan tiga poligon utama yang sejak dua minggu lalu sudah mulai dikerjakan bersama gabungan perusahaan kelapa sawit Indonesia dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia,” ujar Hanif setelah mengikuti rapat penanggulangan karhutla Kalimantan Tengah di Hotel Santika Premiere, Slipi, Jakarta Barat, Jumat 6 November 2026.

Area yang Disasar

Salah satu prioritas penanganan berada di Talawang Raya seluas sekitar 362 hektare. Pemerintah juga menyasar Sabaru, Sabangau, Palangkin, dan Hulu Merindu dengan total luas penanganan sekitar 302 hektare; kawasan tersebut turut menyumbang asap yang berdampak pada Palangka Raya.

Penanggulangan melibatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD, Polri, dan perusahaan dari berbagai bidang usaha. Pemerintah juga membahas perluasan area di Palangka Sau, dari Palangka Raya hingga Jembatan Tumbang Nusa sepanjang sekitar 12 kilometer, dengan rencana menggandeng Indonesia Mining Association melalui Forum Kepala Teknik Tambang.

Masukan Wakil Bupati Kapuas turut mendorong rencana penambahan satu titik penanganan di wilayah timur hingga tenggara Kota Palangka Raya. Wilayah itu diperkirakan memengaruhi kondisi asap di kawasan perkotaan; secara keseluruhan, empat lokasi menjadi sasaran penanganan, dengan dua lokasi telah dikerjakan dan dua lainnya segera menyusul.

“Jadi ada empat lokasi yang akan kita lakukan penanganan. Dua sudah berjalan dan dua lainnya akan segera kita kerjakan,” jelasnya.

Pembasahan Gambut Berkelanjutan

Hanif menegaskan pengendalian karhutla memerlukan kontribusi seluruh unit usaha di kawasan rawan, termasuk sektor perkebunan kelapa sawit, kehutanan, dan pertambangan. Kondisi Palangka Raya yang didominasi gambut, dengan sejumlah area telah terdegradasi berat, membuat pembasahan gambut secara terus-menerus menjadi metode utama agar lahan tidak kembali kering dan terbakar.

Untuk jangka menengah, Kemenko Pangan bersama Gubernur Kalimantan Tengah merancang tata kelola air melalui pembangunan infrastruktur pengendali air atau intake di sepanjang Sungai Kahayan. Infrastruktur itu ditujukan meningkatkan ketersediaan air bagi kawasan rawan kebakaran, menjaga kelembapan gambut, serta menekan risiko kebakaran dan kabut asap di Palangka Raya dan sekitarnya.

Sumber: Radar Bogor

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *