Terkini

Menekraf Soroti Potensi Ekraf Digital di Kota Cirebon

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya melihat sektor digital sebagai potensi baru ekonomi kreatif di Kota Cirebon. Inovasi aplikasi untuk penulis dan UMKM menjadi salah satu penandanya.

Images Source : cirebon.jawapos.com

Ekonomi Jabar Triwulan III 2026 Tumbuh 5,89 Persen, Lebih Tinggi Dibandingkan Nasional

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi baru ekonomi kreatif di Kota Cirebon, Jawa Barat. Potensi itu terlihat dari munculnya inovasi aplikasi yang mendukung aktivitas penulis serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurut Riefky, potensi ekonomi kreatif Cirebon tidak hanya berada pada subsektor yang telah berkembang. Fesyen, kuliner, kriya, kerajinan, dan usaha berbasis digital menjadi bidang yang dinilai memiliki peluang besar.

“Kami melihat bahwa banyak sekali potensi yang luar biasa, tidak hanya yang saat ini sudah berkembang seperti fesyennya, kuliner, kriya, kerajinan, tetapi juga sektor yang berbasis digital,” kata Teuku Riefky Harsya dilansir dari Antara di Kota Cirebon.

Inovasi digital dan komunitas

Riefky mencontohkan aplikasi untuk mendukung aktivitas penulis serta aplikasi yang membantu pengembangan UMKM. Inovasi tersebut ditemukan dalam kegiatan IDE.IND di Cirebon.

Ia menilai perkembangan ekonomi kreatif di kota itu turut ditopang oleh pertumbuhan komunitas dan para pegiatnya. Potensi Cirebon terhadap ekonomi kreatif dan komunitas yang berkembang disebut cukup besar.

Pendampingan pelaku usaha

Kegiatan IDE.IND merupakan salah satu turunan program Kreatif, Baik Indonesia yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif di daerah. Selain memperkuat komunitas, pemerintah memberikan pendampingan kepada pelaku usaha agar kreativitas mereka dapat menjadi produk bernilai ekonomi.

Pendampingan itu meliputi peningkatan kapasitas, akses pendanaan, perluasan pasar, promosi, serta pengurusan legalitas dan hak kekayaan intelektual atau HaKI. Riefky menekankan kemampuan mengomersialisasikan kekayaan intelektual sebagai aspek penting agar UMKM dapat meningkatkan skala usaha.

Dorong komersialisasi kekayaan intelektual

“UMKM naik kelas itu lebih kepada mereka yang sudah bisa mengomersialisasikan kekayaan intelektualnya, sudah didaftarkan HaKI-nya, kemudian meningkatkan akses pasar dan pendanaannya,” terang Teuku Riefky Harsya.

Menurut Riefky, pengembangan usaha kreatif dimulai dari penciptaan ide, pendaftaran legalitas, peningkatan kualitas produk, hingga komersialisasi yang dilakukan berkelanjutan. Tahapan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat produk kreatif dan pengembangan usaha pelaku ekonomi kreatif di Cirebon.

Sumber: Cirebon

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *