Terkini

Lampung Tawarkan Investasi Hilirisasi Pangan dan Energi, Potensi Rp89,99 Triliun Belum Tergarap

Lampung menawarkan investasi hilirisasi pangan, energi, dan pariwisata melalui LEIF 2026. Sebanyak 54,4 persen potensi ekonomi sektoral belum dihilirisasi.

Image Source: lampung.antaranews.com

Pemerintah Provinsi Lampung berupaya menarik minat investor domestik maupun mancanegara melalui penawaran sejumlah proyek hilirisasi komoditas pangan dan energi dalam Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, forum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi ekonomi daerah sekaligus memaparkan arah pembangunan Lampung kepada para calon investor.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar pada sektor pangan dan energi. Pemerintah daerah juga menjelaskan perkembangan hilirisasi yang telah berjalan serta komoditas lain yang masih berpeluang dikembangkan.

Sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan masih menjadi penopang utama perekonomian Lampung. Pada 2025, total nilai ekonomi dari sektor-sektor tersebut mencapai Rp165,31 triliun.

Namun, nilai komoditas yang telah melalui proses hilirisasi baru mencapai Rp72,31 triliun. Sementara itu, sekitar Rp89,99 triliun atau 54,4 persen masih belum tersentuh hilirisasi.

Rahmat menilai, penguatan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk meningkatkan daya saing daerah serta menciptakan iklim investasi yang lebih menarik.

Selain sektor pangan dan energi, Pemprov Lampung turut menawarkan potensi investasi di bidang pariwisata.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung Bimo Epyanto menjelaskan, BI bersama pemerintah daerah telah melakukan kurasi terhadap sejumlah proyek yang akan ditawarkan kepada investor.

Langkah tersebut bertujuan membantu pemilik proyek menyiapkan dokumen investasi secara lengkap. Dengan begitu, calon investor dapat menilai risiko dan kelayakan proyek sebelum memutuskan untuk menanamkan modal.

BI juga menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis untuk memetakan minat investor. Melalui kegiatan business matching, pemilik proyek diharapkan dapat bertemu dengan calon investor yang sesuai dengan kebutuhan dan peluang investasi yang ditawarkan.

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *