Krisis air bersih akibat kekeringan masih menjadi persoalan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang terus mendistribusikan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Berdasarkan data penanganan kekeringan hingga Sabtu (24/10/2026), Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, tercatat sebagai wilayah penerima distribusi air bersih terbanyak. Sejak 8 Agustus hingga 24 Oktober 2026, jumlah bantuan yang disalurkan ke desa tersebut mencapai 1.224.550 liter atau sekitar 1,22 juta liter.
Besarnya volume distribusi tersebut menempatkan Karangkates pada urutan pertama penerima bantuan air bersih di Kabupaten Malang selama periode penanganan kekeringan.
Secara keseluruhan, BPBD Kabupaten Malang mencatat penyaluran air bersih telah menjangkau 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan. Bantuan tersebut diberikan sebagai respons terhadap kondisi kekeringan yang berdampak pada ribuan keluarga.
Karangkates Catat Distribusi Air Bersih Tertinggi
Penyaluran air bersih di Kabupaten Malang menunjukkan perbedaan volume bantuan yang diterima masing-masing desa.
Desa Karangkates menjadi penerima terbesar dengan total 1.224.550 liter. Jumlah tersebut melampaui distribusi ke wilayah lain yang juga menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.
Setelah Karangkates, Desa Tumpakrejo di Kecamatan Gedangan tercatat menerima bantuan sebanyak 705.000 liter.
Sementara itu, Desa Sumberagung di Kecamatan Sumbermanjing Wetan menempati urutan berikutnya dengan total distribusi mencapai 650.000 liter.
Ketiga desa tersebut menjadi wilayah dengan volume penyaluran bantuan terbesar berdasarkan data yang dihimpun BPBD Kabupaten Malang selama periode 8 Agustus hingga 24 Oktober 2026.
Perbedaan jumlah distribusi memperlihatkan bahwa penyaluran bantuan dilakukan dengan volume yang tidak sama pada setiap wilayah. Data tersebut sekaligus memberikan gambaran mengenai cakupan penanganan kekeringan yang berlangsung di Kabupaten Malang.
Kekeringan Berdampak pada 20.111 Jiwa di Tujuh Kecamatan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa kegiatan pendistribusian air bersih masih dilaksanakan untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak.
Hingga 24 Oktober 2026, kekeringan tercatat memengaruhi kehidupan 6.436 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 20.111 jiwa.
Jumlah warga terdampak tersebut tersebar di 15 desa dalam tujuh kecamatan yang menjadi wilayah penanganan BPBD.
Kondisi ini menunjukkan bahwa krisis air bersih tidak hanya terjadi di satu kawasan, tetapi melibatkan sejumlah wilayah dengan kebutuhan penanganan yang berbeda.
BPBD terus melakukan penyaluran bantuan menggunakan armada pengangkut air bersih agar masyarakat di wilayah terdampak tetap memperoleh pasokan untuk kebutuhan sehari-hari.
Berdasarkan catatan sejak 8 Agustus 2026, total air bersih yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah Kabupaten Malang mencapai 5.684.150 liter.
Jumlah tersebut merupakan akumulasi bantuan selama periode penanganan kekeringan hingga 24 Oktober 2026.
BPBD Salurkan 85 Ribu Liter Air Bersih dalam Sehari
Selain mencatat akumulasi penyaluran bantuan, BPBD Kabupaten Malang juga melaporkan distribusi air bersih yang dilaksanakan pada Sabtu (24/10/2026).
Pada hari tersebut, petugas menyalurkan sebanyak 85.000 liter air bersih menggunakan empat armada pengangkut.
Pengiriman dilakukan melalui 17 rit perjalanan untuk menjangkau sejumlah lokasi yang membutuhkan pasokan air.
Sadono Irawan menjelaskan bahwa penggunaan empat armada dengan 17 rit pengiriman merupakan bagian dari kegiatan penanganan kekeringan yang masih berlangsung.
Pendistribusian tersebut dilakukan ke berbagai titik, termasuk desa-desa yang telah masuk dalam daftar wilayah terdampak kekeringan.
Dalam pelaksanaan penyaluran bantuan pada 24 Oktober, Desa Sumberagung, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, memperoleh 15.000 liter air bersih.
Jumlah yang sama juga disalurkan ke Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, yakni sebanyak 15.000 liter.
Sementara itu, Desa Sumberpetung menerima bantuan sebesar 20.000 liter.
Penyaluran juga dilakukan ke Desa Arjosari dan Desa Pagak, masing-masing sebanyak 5.000 liter.
Selain wilayah permukiman, Puskesmas Sitiarjo turut menerima bantuan air bersih sebanyak 5.000 liter.
Rincian tersebut menunjukkan bahwa distribusi tidak hanya diarahkan ke lingkungan desa, tetapi juga menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan pasokan air bersih.
Penanganan Kekeringan Melibatkan Berbagai Instansi
Penyaluran bantuan air bersih di Kabupaten Malang tidak hanya dilaksanakan oleh BPBD, tetapi turut melibatkan berbagai instansi dan unsur masyarakat.
Sejumlah pihak yang berpartisipasi dalam penanganan kekeringan meliputi Palang Merah Indonesia (PMI), petugas pemadam kebakaran, Perum Jasa Tirta I (PJT I) Karangkates, dan Perumda Tirta Kanjuruhan.
Selain lembaga tersebut, perangkat desa serta para relawan juga terlibat dalam mendukung kegiatan distribusi bantuan kepada masyarakat.
Sadono Irawan menegaskan bahwa keterlibatan berbagai pihak merupakan bagian penting dalam pelaksanaan penanganan kekeringan.
Menurutnya, kerja sama lintas instansi dan dukungan unsur masyarakat diperlukan untuk membantu kelancaran penyaluran air bersih ke wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari mekanisme penanganan kebutuhan air masyarakat di tengah kondisi kekeringan yang masih berlangsung.
Dengan melibatkan berbagai lembaga, pelaksanaan distribusi dapat dilakukan melalui dukungan armada, petugas, serta koordinasi dengan pemerintah desa dan relawan.
Distribusi Bantuan Masih Dibutuhkan Warga Terdampak
Hingga akhir periode pendataan pada 24 Oktober 2026, penanganan kekeringan di Kabupaten Malang masih berlangsung dengan jumlah warga terdampak mencapai lebih dari 20 ribu jiwa.
Total distribusi sebesar 5.684.150 liter menunjukkan besarnya volume bantuan yang telah disalurkan sejak awal kegiatan pada 8 Agustus 2026.
Desa Karangkates menjadi wilayah penerima terbanyak, disusul Desa Tumpakrejo dan Desa Sumberagung.
Sementara itu, kegiatan distribusi harian terus dilakukan untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan pasokan air bersih, termasuk melalui pengiriman menggunakan armada tangki.
BPBD Kabupaten Malang bersama instansi terkait, perangkat desa, dan relawan tetap menjalankan penanganan sebagai bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak kekeringan.
Ketersediaan pasokan air bersih menjadi perhatian utama selama kondisi kekeringan masih memengaruhi aktivitas warga di sejumlah kawasan.
Melalui penyaluran bantuan secara berkelanjutan dan keterlibatan berbagai pihak, upaya penanganan diarahkan untuk memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan akses terhadap air bersih selama menghadapi keterbatasan sumber air.
Sumber: Radar Malang


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!