Bupati Banjar H Saidi Mansyur mendorong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banjar untuk memperkuat toleransi antarumat beragama sekaligus mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan ekoteologi.
Dorongan tersebut disampaikan Saidi saat mengukuhkan pengurus FKUB Kabupaten Banjar masa bakti 2026–2030 di Kampung Putra Bulu, Desa Awang Bangkal Barat, Kecamatan Karang Intan, Rabu (4/11/2026).
Menurut Saidi, kerukunan dan rasa saling percaya di tengah keberagaman masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, FKUB diharapkan tidak hanya menjadi wadah komunikasi dan konsultasi antarumat beragama, tetapi juga berperan dalam memediasi persoalan serta mendeteksi potensi konflik sejak dini.
Ia meminta pengurus yang baru dikukuhkan untuk memperkuat dialog, memberikan edukasi toleransi, dan menghadirkan program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi pemicu perpecahan. Justru keberagaman ini harus menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang saling menghormati,” ujar Saidi.
Selain memperkuat kerukunan, Saidi juga mengajak FKUB mengembangkan ekoteologi, yakni pendekatan kepedulian terhadap lingkungan yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. Implementasinya dapat dilakukan melalui program rumah ibadah ramah lingkungan, penanaman pohon, pengurangan sampah plastik, hingga penyampaian pesan pelestarian alam dalam kegiatan keagamaan.
Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Banjar H Erfan Maulana mengatakan, kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan kerukunan serta deteksi dini terhadap potensi konflik dan kekerasan yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah.
FKUB juga berencana menanamkan nilai toleransi sejak usia dini melalui lomba cerdas cermat kerukunan beragama yang melibatkan sekolah dasar negeri, swasta, dan madrasah.
Selain itu, program Desa Rukun akan diperkuat bersama pemerintah daerah dan Kementerian Agama. Program yang telah berjalan di Kelurahan Kertak Hanyar I tersebut direncanakan diperluas ke wilayah lain, termasuk Kecamatan Paramasan yang memiliki masyarakat dengan latar belakang agama beragam.
Sebelum prosesi pengukuhan berlangsung, Saidi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut melakukan penanaman pohon sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan.




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!