Pemerintah Kabupaten Tangerang berencana membangun 150 titik Asrama Pondok Pesantren (Aspontren) pada tahun anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan sarana dan prasarana pondok pesantren. Program ini merupakan bagian dari visi misi Maesyal – Intan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Program Aspontren dan Sanitren
Selain pembangunan Aspontren, Pemkab Tangerang juga menargetkan pembangunan sanitasi pondok pesantren melalui program Sanitren yang akan menjangkau 50 pondok pesantren. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Tangerang, Chaidir, menyampaikan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kenyamanan para santri selama belajar di pondok pesantren.
“Tahun ini, program Aspontren menyasar 150 pondok pesantren. Sedangkan untuk sanitasi pondok pesantren (Sanitren) ditargetkan menjangkau 50 pondok pesantren,” ujar Chaidir pada Rabu, 14 Oktober 2026.
Alokasi Dana dan Realisasi Sebelumnya
Setiap titik Aspontren mendapatkan alokasi dana sebesar Rp200 juta, sementara Sanitren mendapatkan Rp130 juta per titik. Program Aspontren telah berjalan selama dua tahun, dengan realisasi pada tahun 2025 mencapai 44 titik dari kuota 45 titik yang ditetapkan.
“Untuk mekanisme pengajuan bantuan, pondok pesantren dapat mengajukan proposal atau melalui usulan kecamatan. Semua berjalan transparan dan akuntabel,” tegas Chaidir.
Komitmen Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur seperti sekolah, jalan, dan jembatan, tetapi juga berkomitmen meningkatkan fasilitas yang menunjang kenyamanan santri. Penambahan jumlah pesantren penerima manfaat tahun ini merupakan jawaban atas harapan para pengasuh pondok pesantren dan ulama.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung perkembangan pendidikan keagamaan di Kabupaten Tangerang sesuai dengan target RPJMD 2025-2029.
Sumber: Banten Ekspres



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!