Terkini

Pemkot Bogor Siapkan Angkutan Listrik untuk Gantikan Angkot Tua

Pemkot Bogor menyiapkan angkutan listrik berkapasitas 14 penumpang sebagai opsi pengganti angkot tua, seiring penertiban armada dan pengembangan layanan feeder.

Image Source: radarbogor.jawapos.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai mempersiapkan pengembangan transportasi umum berbasis tenaga listrik sebagai alternatif pengganti angkutan kota (angkot) yang telah melewati batas usia operasional. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pembenahan sistem transportasi perkotaan menuju layanan yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa rencana tersebut menjadi tindak lanjut dari kebijakan penertiban angkot tua yang masih berlangsung di wilayah Kota Bogor.

Penertiban dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2023 yang mengatur masa usia teknis angkutan kota selama 20 tahun.

Pada Rabu (4/11/2026), Dedie menegaskan bahwa pemerintah daerah terus menjalankan proses transisi terhadap angkot yang telah mencapai batas usia teknis sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemkot Bogor Kembangkan Transportasi Pengumpan

Selain melanjutkan penertiban angkot tua, Pemkot Bogor juga menyiapkan pengembangan layanan transportasi umum melalui penambahan koridor Biskita Transpakuan.

Pengembangan tersebut akan dilengkapi dengan layanan feeder atau angkutan pengumpan yang dirancang menggunakan kendaraan modern dan lebih ramah lingkungan.

Kehadiran angkutan pengumpan menjadi salah satu bagian dari rencana pembaruan transportasi publik di Kota Bogor. Pemerintah daerah berupaya menghadirkan pilihan kendaraan yang dapat mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat seiring dengan penataan angkutan konvensional.

Dedie menjelaskan bahwa pengembangan angkutan pengumpan modern merupakan salah satu arah kebijakan transportasi yang tengah dipersiapkan pemerintah kota.

Angkutan Listrik Marlip Masuk Pilihan

Salah satu kendaraan yang sedang dipertimbangkan sebagai alternatif pengganti angkot tua adalah angkutan listrik Marlip.

Kendaraan tersebut memiliki kapasitas hingga 14 penumpang dan menggunakan tenaga listrik sebagai sumber penggeraknya. Dari segi bentuk, Marlip menyerupai bus berukuran kecil yang dilengkapi dengan penanda trayek berupa tulisan bergerak pada bagian depan kendaraan.

Menurut Dedie, Marlip menjadi salah satu pilihan kendaraan yang tengah dikaji pemerintah daerah. Pemkot Bogor juga membuka kemungkinan penggunaan kendaraan listrik lain dengan karakteristik serupa.

Rencana pemanfaatan kendaraan tersebut belum memasuki tahap implementasi. Pemerintah kota masih melakukan penjajakan kerja sama dengan perusahaan pemilik kendaraan Marlip untuk membahas kemungkinan pengembangannya sebagai angkutan umum.

Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2026, Dedie telah melakukan peninjauan terhadap lini produksi kendaraan Marlip yang berlokasi di Bandung. Kunjungan tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan pemerintah daerah dalam mengenali alternatif kendaraan listrik untuk transportasi perkotaan.

Penerapan Masih dalam Tahap Persiapan

Meski telah memiliki sejumlah pilihan kendaraan, Pemkot Bogor belum memastikan jadwal pengoperasian angkutan listrik sebagai pengganti angkot tua.

Dedie meminta masyarakat bersabar karena pemerintah daerah masih menyelesaikan proses penjajakan dan persiapan pengembangan layanan tersebut.

Rencana penggunaan kendaraan listrik ini menunjukkan arah pembenahan transportasi umum Kota Bogor yang tidak hanya berfokus pada penertiban armada berusia tua, tetapi juga mempersiapkan alternatif angkutan yang lebih modern.

Dengan pengembangan koridor Biskita Transpakuan serta rencana penyediaan angkutan pengumpan berbasis listrik, Pemkot Bogor berupaya membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih tertata dan berorientasi pada kebutuhan mobilitas masyarakat.

Namun, realisasi penggunaan kendaraan listrik Marlip maupun alternatif lainnya masih bergantung pada hasil persiapan dan penjajakan kerja sama yang sedang dilakukan pemerintah daerah.

Sumber: Radar Bogor

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *