Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Daerah Ikatan Motor Indonesia (IMI) Riau untuk masa bakti 2026–2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum IMI Pusat, Moreno Soeprapto, di Hotel The Premiere Pekanbaru, Selasa (3/11/2026).
Kepercayaan tersebut menjadi periode keempat bagi Agung dalam memimpin organisasi otomotif di Provinsi Riau. Jika dihitung sejak awal masa kepemimpinannya, ia telah mengemban amanah tersebut selama kurang lebih 16 tahun.
Dalam kepengurusan mendatang, Agung ingin memperluas peran IMI agar tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan perlombaan dan pengembangan olahraga otomotif. Organisasi tersebut diharapkan dapat ikut mendukung pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan ekonomi, pengembangan pariwisata, serta pembinaan atlet berprestasi.
Agung menilai dunia otomotif memiliki potensi yang dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, ia mendorong kolaborasi antara IMI dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang mampu memperkenalkan potensi Riau sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi.
Selain itu, IMI Riau juga diharapkan berperan dalam menekan aksi balap liar, mengembangkan kegiatan otomotif yang positif, serta meningkatkan prestasi para atlet di berbagai kompetisi.
Pelantikan tersebut berlangsung bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IMI 2026 yang dihadiri perwakilan dari 38 provinsi. Kehadiran para delegasi di Pekanbaru diharapkan dapat membuka peluang investasi, meningkatkan kunjungan wisata, dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua Umum IMI Pusat Moreno Soeprapto menekankan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini melalui kompetisi berjenjang. Ia juga mengingatkan agar penyelenggaraan kegiatan otomotif memperhatikan aspek keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, serta kesiapan tenaga pendukung seperti marshal dan tim medis.
Moreno turut menyoroti dampak ekonomi dari penyelenggaraan ajang otomotif. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), terutama masyarakat yang berada di sekitar lokasi acara.




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!