Terkini

Sumsel Tawarkan 4 Proyek Hilirisasi Senilai Rp1,2 Triliun, Bidik Investor Sektor Agroindustri

Sumatera Selatan menawarkan empat proyek hilirisasi senilai US$76 juta di sektor kelapa, ikan patin, sapi potong, dan udang vaname untuk menarik investor.

Image Source: sumsel.antaranews.com

PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) membuka peluang investasi baru melalui penawaran empat proyek hilirisasi komoditas unggulan dengan nilai gabungan mencapai 76 juta dolar AS atau sekitar Rp1,2 triliun.

Empat proyek tersebut mencakup pengolahan kelapa, ikan patin, peternakan sapi potong, serta budidaya udang vaname. Pengembangan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas daerah sekaligus memperkuat daya tarik investasi di Sumatera Selatan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan penawaran investasi tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong hilirisasi sektor agrobisnis agar komoditas unggulan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Sriwijaya Economic Forum di Palembang, Selasa (3/11/2026).

“Kami mendorong hilirisasi komoditas unggulan agrobisnis. Ada kelapa, ikan patin, sapi potong, dan udang vaname agar komoditas ini tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk yang bernilai tambah bagi Sumatera Selatan,” katanya.

Dari empat peluang tersebut, proyek budidaya udang vaname di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memiliki nilai investasi terbesar, yakni 33,2 juta dolar AS.

Proyek ini menawarkan potensi pengembangan tambak seluas 6.061 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 30 ton per hari. Bahkan, kawasan budidayanya diperkirakan masih dapat diperluas hingga 20.000 hektare. Berdasarkan asesmen yang disampaikan, periode pengembalian investasi diperkirakan sekitar tiga tahun.

Selanjutnya, proyek peternakan dan pengolahan sapi potong di Kabupaten OKI ditawarkan dengan nilai investasi 27,84 juta dolar AS.

Pengembangan usaha ini dirancang secara terintegrasi, mulai dari pembibitan, penggemukan, rumah potong hewan, hingga pabrik pakan. Potensi pasokan bungkil sawit mencapai 29.900 ton per tahun juga menjadi salah satu faktor pendukung untuk menekan biaya produksi pakan ternak.

Sementara itu, proyek pengolahan ikan patin terintegrasi di Kabupaten Ogan Ilir ditawarkan dengan nilai investasi 7,8 juta dolar AS.

Ogan Ilir merupakan salah satu sentra produksi ikan patin di Sumsel. Produksinya tercatat mencapai 4.865 ton pada 2024, meningkat 51 persen dibandingkan 2020.

Peluang investasi ini mencakup pengembangan pengolahan ikan, penyediaan pakan, hingga produksi filet beku dalam satu kawasan. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar makanan beku atau frozen food yang diperkirakan tumbuh hampir tujuh persen per tahun.

Adapun proyek keempat berupa industri pengolahan kelapa di Kabupaten Banyuasin dengan nilai investasi 7,16 juta dolar AS.

Proyek tersebut memanfaatkan potensi produksi kelapa Banyuasin yang mencapai 47.456 ton pada 2025. Hasil pengolahannya diarahkan untuk menghasilkan produk virgin coconut oil (VCO) dan briket arang, dengan target produksi VCO mencapai 1,8 juta liter per tahun.

Berdasarkan hasil asesmen, keempat proyek hilirisasi tersebut menawarkan tingkat pengembalian investasi atau return on investment (ROI) sekitar 17,7 hingga 42 persen. Sementara periode pengembalian modal atau break even point (BEP) diperkirakan berkisar tiga hingga delapan tahun.

“Sehingga investor masuk ke rantai nilai yang sudah berjalan,” ujar Bambang.

Di sisi lain, realisasi investasi Sumatera Selatan menunjukkan capaian positif. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumsel, Lusapta Yudha, menyampaikan realisasi investasi hingga triwulan III 2026 mencapai Rp46,54 triliun.

Capaian tersebut setara 104,28 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2026 sebesar Rp44,64 triliun.

Pemerintah daerah berharap capaian tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas investasi, terutama melalui pengembangan industri pengolahan yang mampu memberikan nilai tambah bagi komoditas unggulan Sumatera Selatan.

Dengan penawaran empat proyek hilirisasi tersebut, Sumsel berupaya memperluas peluang investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan sektor agrobisnis dan industri pengolahan.

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *