Terkini

IHSG Berfluktuasi ke 5.073,9, Saham Bank Besar Menguat

IHSG sempat dibuka menguat pada perdagangan Selasa pagi sebelum berbalik melemah. Di tengah fluktuasi indeks, saham empat bank besar justru bergerak naik.

Images Source : bantentv.com

IHSG Dibuka Flutuatif ke 5.126, Saham Bank Besar Kompak Naik

IHSG dibuka menguat ke level 5.126,53 pada perdagangan Selasa, 3 November 2026, sebelum berbalik turun pada awal sesi. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks pada pukul 09.21 WIB melemah 22,92 poin atau 0,45 persen ke level 5.073,9.

Dalam 21 menit pertama perdagangan, volume transaksi mencapai 3,87 miliar saham dengan nilai Rp1,45 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat 223.071 kali, sedangkan kapitalisasi pasar mencapai Rp8.978 triliun.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 233 saham menguat, 273 saham melemah, dan 169 saham stagnan.

Saham bank besar menguat

Meski IHSG melemah, mayoritas saham perbankan berkapitalisasi besar bergerak naik pada awal sesi. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 1,41 persen ke level 5.050, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menguat 0,91 persen ke posisi 3.320, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 0,71 persen ke level 2.840.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga menguat 0,54 persen ke posisi 3.720. Secara sektoral, energi, konsumer nonsiklikal, properti, teknologi, keuangan, bahan baku, transportasi, infrastruktur, dan kesehatan berada di zona hijau, sementara konsumer siklikal serta industri melemah.

Pergerakan top gainers dan losers

Tiga saham yang memimpin top gainers adalah PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) yang naik 28,57 persen, PT Artha Mahiya Investama Tbk (AIMS) naik 24,49 persen, serta PT PP Presisi Tbk (PPRE) yang menguat 23,08 persen. Di sisi lain, PT Lupromax Pelumas Indonesia Tbk (LMAX) turun 7,35 persen, PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) turun 7,18 persen, dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) melemah 6,99 persen.

Penyesuaian perhitungan IHSG

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyatakan pengeluaran saham HSC dari perhitungan IHSG diproyeksikan tidak memicu gejolak ekstrem di pasar, baik berupa kejatuhan maupun lonjakan tajam. Menurutnya, bobot saham HSC yang dikeluarkan akan dialokasikan secara proporsional kepada emiten lain yang masih masuk perhitungan IHSG.

Sumber: Banten TV

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *