Pemkot Tangsel perkuat mitigasi banjir dan penyakit di musim hujan
Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperketat mitigasi banjir sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi muncul selama musim hujan. Langkah ini dilakukan menyusul peningkatan intensitas hujan di wilayah Tangerang Selatan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel Tubagus Asep Nurdin mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Wali Kota Benyamin Davnie. Penanganan musim hujan mencakup kesiapan infrastruktur fisik serta perlindungan kesehatan warga di berbagai kecamatan.
Kesiapan banjir
“Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat kota hingga kelurahan untuk memastikan kesiapan posko siaga banjir, operasional pompa mobile , serta pembersihan saluran air secara berkala agar aliran drainase tidak tersumbat sampah,” ujar Asep di Tangerang, Jumat.
Pemkot Tangsel menggerakkan perangkat daerah, antara lain Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi, serta Dinas Kesehatan. Seluruhnya disiagakan untuk mengantisipasi genangan, banjir luapan, dan lonjakan penyakit musiman.
Masyarakat di titik rawan diminta mengenali jalur evakuasi mandiri, mengamankan barang berharga dan dokumen penting, serta memperhatikan instalasi listrik di rumah. Warga juga diminta segera memutus aliran listrik apabila ketinggian air mulai naik untuk menghindari sengatan listrik.
Pencegahan penyakit
Pemkot Tangsel turut mengingatkan ancaman Demam Berdarah Dengue, diare, dan leptospirosis selama musim penghujan. DBD dinilai perlu diwaspadai karena genangan air bersih dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
“Masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas, guna memutus siklus hidup nyamuk penular DBD,” ucapnya.
Ajakan menjaga lingkungan
Warga diminta menjaga kebersihan air minum dan makanan untuk mencegah diare, serta menghindari kontak langsung dengan air banjir. Bila harus beraktivitas di tengah genangan, warga dianjurkan memakai alat pelindung diri seperti sepatu bot guna mengurangi risiko infeksi kulit dan leptospirosis dari kotoran hewan yang terbawa air.
Pemkot Tangsel mengajak masyarakat memperkuat gotong royong menjaga kebersihan lingkungan. Warga juga diminta memantau kanal resmi Pemkot Tangsel untuk memperoleh pembaruan cuaca dan layanan darurat secara cepat.
Sumber: ANTARA News Banten



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!