PALEMBANG – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan mulai mencari calon pemimpin baru melalui Musyawarah Daerah (Musda) IX. Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat memperkuat organisasi sekaligus merumuskan strategi menghadapi tantangan industri perhotelan dan restoran.
Ketua Steering Committee (SC) Musda IX PHRI Sumsel, Rebo Iskandar Pohan, mengatakan pendaftaran calon Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) PHRI Sumsel dibuka mulai 28 Oktober hingga 27 November 2026.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi calon ketua sesuai Pasal 27 Anggaran Rumah Tangga (ART) PHRI. Di antaranya merupakan warga negara Indonesia, sehat jasmani dan rohani, serta diutamakan berdomisili di wilayah kerja BPD PHRI terkait.
Calon juga harus berstatus sebagai pemilik usaha akomodasi atau hotel maupun usaha jasa makanan dan minuman atau restoran. Apabila pemilik usaha berhalangan atau tidak bersedia maju, pencalonan dapat diwakilkan kepada pihak yang memperoleh mandat tertulis dari pemilik dengan persetujuan khusus Ketua Umum Badan Pimpinan Pusat (BPP) PHRI.
Selain itu, setiap calon diwajibkan memiliki Sertifikat Tanda Anggota (STA) Penuh yang masih berlaku dan diterbitkan secara resmi oleh BPP PHRI. Calon juga harus bersedia mematuhi AD/ART serta peraturan organisasi dan memaparkan visi serta misi dalam sidang pleno.
Setelah masa pendaftaran berakhir, berkas para calon akan dikirimkan untuk diproses lebih lanjut. Pada awal Desember 2026, diharapkan sudah terdapat gambaran mengenai jadwal pelaksanaan Musda dan penetapan ketua baru.
Pemilihan kepemimpinan baru tersebut dinilai menjadi momentum penting bagi PHRI Sumsel untuk menentukan arah organisasi di tengah dinamika industri perhotelan dan restoran yang semakin menantang.
Salah satu tantangan yang dihadapi pelaku usaha perhotelan di daerah adalah dampak kabut asap akibat kebakaran hutan. Selain itu, tingkat hunian hotel juga masih cukup bergantung pada kegiatan pemerintahan, seperti rapat, pertemuan, dan berbagai agenda lainnya.
“Hotel di daerah masih cukup bergantung pada kegiatan pemerintahan, baik berupa rapat, pertemuan, maupun berbagai agenda lainnya. Ketika kegiatan tersebut berkurang, tingkat hunian hotel pun turut terdampak,” ujar Rebo.
Melalui Musda IX, PHRI Sumsel diharapkan dapat memperoleh pemimpin yang mampu memperkuat organisasi dan mendorong langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan industri hotel serta restoran di Sumatera Selatan.

Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!