Terkini

Zakat Pertanian Disalurkan Jadi Beasiswa, Baznas Banyuwangi Bantu Pendidikan dan Pengobatan Warga Kurang Mampu

Baznas Banyuwangi menyalurkan zakat pertanian untuk empat beasiswa SD, bantuan sosial, dan biaya pengobatan bagi warga kurang mampu di sejumlah kecamatan.

Image Source: radarbanyuwangi.jawapos.com

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menyalurkan dana zakat pertanian untuk membantu masyarakat kurang mampu melalui program pendidikan, sosial, dan kesehatan. Bantuan tersebut diberikan kepada sejumlah penerima manfaat yang tersebar di beberapa wilayah kecamatan pada Kamis (29/10/2026).

Penyaluran bantuan mencakup empat beasiswa bagi siswa sekolah dasar (SD), bantuan sosial untuk warga yang membutuhkan, serta dukungan biaya pengobatan. Seluruh bantuan disalurkan melalui tiga program utama, yakni Banyuwangi Cerdas, Banyuwangi Peduli, dan Banyuwangi Sehat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Baznas Banyuwangi dalam mengoptimalkan pemanfaatan dana zakat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan mendasar, khususnya akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan sosial.

Dalam pelaksanaannya, tim Baznas mendatangi langsung enam titik penerima bantuan yang berada di sejumlah desa. Metode penyaluran secara langsung ini dilakukan untuk memastikan bantuan diterima oleh masyarakat yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Empat Siswa Sekolah Dasar Terima Bantuan Pendidikan

Melalui program Banyuwangi Cerdas, Baznas Banyuwangi memberikan beasiswa kepada empat siswa sekolah dasar dari keluarga yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan.

Keempat penerima bantuan tersebut adalah Nasrul, warga Dusun Tegalwero, Desa sekaligus Kecamatan Blimbingsari; Abdullah, warga Dusun Padang Kidul, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh; serta Wawan dan Erik Purwanto yang berasal dari Dusun Cengkokan, Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi.

Bantuan pendidikan ini diarahkan untuk meringankan beban finansial keluarga dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak mereka.

Bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, pengeluaran untuk pendidikan menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi agar anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar secara optimal.

Melalui program Banyuwangi Cerdas, dana zakat yang dihimpun kemudian dialokasikan kepada siswa yang membutuhkan bantuan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dalam mendukung keberlangsungan pendidikan.

Penyaluran beasiswa tersebut juga menunjukkan bahwa pemanfaatan dana zakat dapat diarahkan pada sektor pendidikan sebagai salah satu kebutuhan penting masyarakat.

Bantuan Sosial dan Pengobatan Turut Disalurkan

Selain pendidikan, Baznas Banyuwangi memberikan bantuan kepada warga yang menghadapi kebutuhan sosial dan kesehatan.

Melalui program Banyuwangi Peduli, bantuan sosial diserahkan kepada Mirad, warga Dusun Krajan, Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh.

Sementara itu, program Banyuwangi Sehat memberikan bantuan biaya pengobatan kepada Ny Munjarob, warga Dusun Padang Kidul, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh.

Kedua bantuan tersebut merupakan bagian dari penyaluran zakat yang difokuskan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kebutuhan mendesak.

Dengan adanya program bantuan sosial dan kesehatan, Baznas Banyuwangi berupaya menjangkau penerima manfaat yang memiliki kebutuhan berbeda, tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan.

Penyaluran Dilaksanakan Langsung di Enam Titik

Penyerahan bantuan dilakukan melalui kunjungan langsung oleh jajaran Baznas Banyuwangi bersama Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat kecamatan.

Wakil Ketua Bidang Distribusi Baznas Banyuwangi, Nanang Khairurrazik, turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Pelaksana Distribusi, Abdul Muhit.

Keduanya didampingi oleh tim UPZ kecamatan setempat untuk mendatangi penerima bantuan sesuai lokasi yang telah ditentukan.

Rangkaian penyaluran dilaksanakan di enam titik penerima yang berada di Desa Padang dan Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh; Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi; serta Desa/Kecamatan Blimbingsari.

Kunjungan langsung memungkinkan petugas menyerahkan bantuan kepada penerima yang telah terdata sekaligus memastikan pelaksanaan distribusi berlangsung sesuai sasaran.

Pelibatan UPZ kecamatan juga menjadi bagian dari koordinasi penyaluran dana zakat di tingkat wilayah.

Dana Bantuan Berasal dari Zakat Pertanian Perusahaan

Nanang Khairurrazik menjelaskan bahwa dana untuk penyaluran bantuan pendidikan, sosial, dan kesehatan tersebut berasal dari zakat pertanian yang dibayarkan oleh PT Pandawa Agri Indonesia.

Zakat yang disalurkan perusahaan melalui Baznas kemudian dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Banyuwangi.

Pemanfaatan dana tersebut mencakup kebutuhan pendidikan bagi siswa sekolah dasar, bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan, serta dukungan biaya pengobatan.

Menurut Nanang, penyaluran zakat melalui Baznas dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas manfaat dana yang dihimpun dari masyarakat maupun pelaku usaha.

Ia turut mengajak masyarakat dan pemilik usaha agar meningkatkan kepedulian terhadap sesama melalui pembayaran zakat, infak, dan sedekah.

“Mari kita tunaikan zakat pertanian dan zakat mal lainnya, serta meningkatkan infak dan sedekah melalui Baznas agar semakin banyak warga tidak mampu yang bisa kami bantu,” ujar Nanang.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung program-program sosial yang dijalankan Baznas.

Zakat Didorong Menjangkau Lebih Banyak Penerima Manfaat

Penyaluran dana zakat pertanian untuk pendidikan dan kesehatan menunjukkan peran pengelolaan zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan dukungan ekonomi.

Melalui program Banyuwangi Cerdas, Baznas memberikan perhatian pada pemenuhan kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Sementara itu, Banyuwangi Peduli diarahkan untuk membantu kebutuhan sosial masyarakat, sedangkan Banyuwangi Sehat berfokus pada pemberian dukungan terhadap biaya pengobatan.

Ketiga program tersebut menjadi jalur distribusi bantuan dengan sasaran yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan masing-masing penerima.

Keterlibatan perusahaan dalam menunaikan kewajiban zakat pertanian juga menjadi salah satu sumber pendanaan yang mendukung keberlangsungan program bantuan tersebut.

Baznas Banyuwangi berharap partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam menunaikan zakat, infak, serta sedekah dapat terus meningkat agar cakupan bantuan semakin luas.

Melalui pendistribusian secara langsung, dana yang dihimpun dapat disalurkan kepada penerima manfaat untuk membantu mengatasi berbagai kebutuhan, mulai dari biaya sekolah hingga pengobatan.

Penyerahan empat beasiswa sekolah dasar, satu bantuan sosial, dan satu bantuan biaya pengobatan pada 29 Oktober 2026 menjadi bentuk pemanfaatan zakat pertanian untuk mendukung kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Banyuwangi.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pengelolaan zakat melalui lembaga resmi dapat dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan kesehatan.

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *