Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) didorong menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dan pemerataan pembangunan di Indonesia. Perannya dibahas dalam diskusi publik Jambi Talk bertajuk “2 Tahun Asta Cita, bincang publik dari Jambi” pada Rabu.
Direktur Eksekutif Progress Indonesia Taufiq Amrullah mengatakan koperasi memiliki peran penting dalam sejarah pembangunan ekonomi Indonesia. Gagasan koperasi, menurut dia, telah berkembang sejak sebelum kemerdekaan, salah satunya melalui pemikiran Mohammad Hatta.
Target pengembangan koperasi
Taufiq menilai pengembangan KDKMP sejalan dengan Asta Cita ke-6 yang mendorong pembangunan dari desa guna memperkuat pemerataan ekonomi.
“Dicanangkan sebanyak 80 ribu desa akan ada KDKMP. Pada 2026 sudah ada 16 ribu koperasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap pengembangan koperasi desa memberi dampak luas terhadap perekonomian melalui peningkatan aktivitas usaha dan perputaran ekonomi di tingkat desa.
“Semoga Asta Cita terwujud dan memberikan multiplier effect sehingga ekonomi bertumbuh berkali-kali lipat,” kata Taufik.
Peran di Jambi
Ketua DPW Asosiasi KDKMP Provinsi Jambi Chudori menyebut terdapat sekitar 1.700 koperasi desa di Provinsi Jambi. Ia berharap keberadaan koperasi tersebut mampu memperkuat distribusi pendapatan serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Ada 1.700-an koperasi desa dan kami berharap bisa mendistribusikan pendapatan masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Menyeimbangkan ekonomi desa dan kota
Pengamat ekonomi Dr Noviardi Ferzi menilai koperasi berfungsi menyeimbangkan perputaran ekonomi antara kota dan desa. Melalui penguatan KDKMP, pembangunan ekonomi diharapkan tidak hanya terpusat di perkotaan, tetapi juga menciptakan aktivitas usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Sumber: Antara News Jambi


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!