Menakar Ulang Masa Depan Pemuda di Tanah Industri Cilegon
Kota Cilegon, Banten, yang selama berdekade menjadi pusat industri padat modal penopang ekonomi nasional, masih menghadapi persoalan penyerapan tenaga kerja bagi pemuda lokal. Dalam opini yang terbit pada 28 Oktober 2026, Pembina Pemuda dan ASN Kota Cilegon Agustian Hidayat menilai pertumbuhan industri perlu diimbangi strategi pengembangan keterampilan dan kewirausahaan.
Di tengah deretan industri kimia dan manufaktur berat, Cilegon mencatat Indeks Pembangunan Manusia sebesar 79,54 dan angka kemiskinan 3,44 persen, terendah kedua di Banten. Sektor industri pengolahan juga tumbuh 7,09 persen secara tahunan dan mendominasi PDRB kota yang bernilai puluhan triliun rupiah.
Paradoks di pasar kerja
Menurut Agustian, capaian makro tersebut berhadapan dengan realitas pengangguran terbuka yang mencapai 7,41 persen. Angka itu meningkat dari 6,08 persen pada tahun sebelumnya, meski kelompok usia produktif mencapai 66,21 persen atau sekitar 315,74 ribu jiwa dari total penduduk Cilegon.
Kondisi itu dinilai menjadi beban bagi pemuda berusia 16 hingga 30 tahun. Industri kimia dan manufaktur berat yang dominan di Cilegon disebut cenderung padat modal, sementara investasi baru banyak menggunakan sistem komputer terintegrasi, mesin otomatis, dan kecerdasan buatan yang mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia.
“Momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 ini bukanlah sekadar seremoni pengingat sejarah, melainkan sebuah altar pembuktian bagi generasi hari ini. Pemuda Cilegon tidak dilahirkan untuk menjadi penonton pasif yang terasing di tanah kelahirannya sendiri, bukan pula barisan pencari kerja yang pasrah mengetuk gerbang-gerbang besi industri. Hari ini, di bawah langit kota yang berderu oleh deru mesin, kita merapatkan barisan, menatap masa depan dengan kepala tegak penuh keyakinan. Jika pada tahun 1928 para pendahulu kita berikrar serentak untuk merebut kemerdekaan politik bangsa, maka hari ini pemuda Cilegon menggemakan sumpah yang tak kalah keramat: bersatu memutus belenggu ketergantungan, melipatgandakan kecakapan diri, dan merebut kemerdekaan ekonomi sebagai pencipta masa depan baru. Tanah ini adalah tanah kita, dan di tangan pemuda, kejayaan Cilegon bukan lagi sekadar mimpi di atas kertas statistik, melainkan kenyataan yang kita jemput dengan karya dan kedaulatan nyata! Bangkit wirausaha muda, berdaulat di tanah sendiri!”
Dua jalur penguatan pemuda
Agustian mendorong pemerintah daerah menerapkan strategi dua jalur. Jalur pertama adalah mengatasi ketidakselarasan keterampilan melalui kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri, pelatihan singkat, sertifikasi kompetensi berstandar internasional, serta magang terstruktur bersama lembaga pendidikan dan dunia usaha.
Jalur kedua ialah membangun pusat ekonomi di luar industri besar melalui ekonomi kreatif digital dan penguatan wirausaha muda. Pengembangan aplikasi, desain grafis, periklanan, dan industri konten disebut menawarkan peluang karena bertumpu pada kreativitas serta penguasaan teknologi informasi.
Data Dinas Koperasi dan UMKM Cilegon mencatat 18.279 pelaku UMKM aktif. Angka ini disebut sebagai bukti bahwa ekonomi masyarakat juga ditopang usaha kecil yang mandiri, sehingga perlu diperkuat melalui kemudahan fasilitas Hak Kekayaan Intelektual bagi produk usaha baru.
Peran anggaran dan kolaborasi
Dengan APBD Cilegon mencapai Rp2,007 triliun, anggaran dinilai perlu diarahkan secara terukur kepada Disporapar, Disnaker, serta Dinas Koperasi dan UMKM. Usulan programnya mencakup pusat kreativitas pemuda atau creative hub di setiap kecamatan dan optimalisasi dana bergulir UPTD senilai Rp5,43 miliar sebagai dana inkubasi startup pemuda.
Penulis juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah daerah, BUMN, dan BUMS melalui perluasan magang, CSR yang berfokus pada pendidikan, serta fasilitasi wirausaha muda. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan sementara, melainkan menjadi solusi berkelanjutan bagi pemuda Cilegon.
Sumber: BantenNews.co.id

Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!