Terkini

Kecamatan Mauk Turunkan Kasus Stunting dari 1336 ke 992 Anak Tahun 2026

Kecamatan Mauk sukses mengurangi jumlah anak yang mengalami stunting dari 1.336 menjadi 992 anak pada tahun 2026 melalui pelaksanaan program terpadu dan kerja sama lintas sektor.

Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, berhasil menurunkan kasus stunting dari 1.336 anak pada Januari 2026 menjadi 992 anak pada Juli 2026 melalui berbagai strategi konkret di bawah kepemimpinan Camat Angga Yulyantono. Penurunan signifikan ini menunjukkan efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Strategi penanganan stunting yang terintegrasi

Penurunan kasus stunting dari 1.336 anak pada Januari menjadi 992 anak pada Juli 2026 menunjukkan efektivitas intervensi yang telah dilaksanakan. Program ini melibatkan koordinasi antara Puskesmas Mauk, Tim Percepatan Penurunan Stunting di tingkat desa dan kecamatan, TP PKK, kader posyandu, serta berbagai pihak terkait lainnya.

Camat Mauk menjelaskan bahwa penanganan stunting di wilayahnya didasarkan pada tiga pilar utama, yaitu program Gebrak Tegas yang dilaksanakan dua kali dalam setahun untuk mendeteksi dini permasalahan stunting, monitoring dan evaluasi secara berkala yang dilakukan empat kali dalam setahun untuk memantau perkembangan program, serta intervensi pangan dan natura yang diberikan kepada 180 balita dan batita sebanyak empat kali dalam setahun.

Bantuan gizi dan edukasi kepada keluarga

Setiap paket bantuan pangan segar yang diberikan kepada anak-anak penderita stunting terdiri atas 1 kilogram ayam kampung, 1 kilogram ikan lele, dan 1 kilogram telur ayam. Selain mendistribusikan pangan, tim juga melaksanakan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan serta memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pentingnya gizi seimbang, pola asuh, dan sanitasi lingkungan.

Penanganan stunting memerlukan kerja sama yang menyeluruh dari hulu hingga hilir, tegas Camat Angga Yulyantono.

Penguatan ekonomi sebagai upaya pencegahan

Selain intervensi di bidang kesehatan, Kecamatan Mauk juga meluncurkan program pengembangan ekonomi mikro di wilayah pesisir. Melalui kerja sama dengan Universitas Prasetiya Mulya, pelaku usaha di Wisata Kuliner Tanjung Kait diberikan pelatihan serta pendampingan dalam pemasaran digital.

Bantuan sarana usaha berupa gerobak UMKM, etalase modern, tenda, serta perlengkapan memasak telah disalurkan kepada lima pelaku UMKM kuliner. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan gizi keluarga.

Keberhasilan tersebut diakui melalui perolehan penghargaan sebagai Top 3 Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di tingkat Kabupaten Tangerang, sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi seluruh pihak yang terlibat dalam program ini.

Ke depannya, Kecamatan Mauk akan terus melaksanakan program secara berkelanjutan serta memperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan penurunan angka stunting tetap terjaga dan mengalami peningkatan.

Sumber: Banten Ekspres

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *