Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, memastikan kesiapan logistik menjelang pelaksanaan Pemilihan Penghulu (Pilpeng) Serentak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Pemungutan suara tersebut diselenggarakan secara serentak di 53 kepenghuluan yang tersebar di wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Seluruh kebutuhan logistik pemilihan dinyatakan telah tiba di masing-masing lokasi penyelenggaraan sebelum hari pencoblosan.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kepenghuluan (PMK) Kabupaten Rokan Hilir, dr Basri, pada Senin (26/10/2026).
Menurut Basri, proses pendistribusian logistik telah dilaksanakan secara bertahap untuk memastikan seluruh kepenghuluan penyelenggara mendapatkan perlengkapan yang diperlukan tepat waktu.
“Alhamdulillah, sampai saat ini logistik sudah terdistribusi seluruhnya ke 53 kepenghuluan,” ujar Basri.
Dengan selesainya pendistribusian tersebut, pemerintah daerah berharap seluruh tahapan pemungutan suara dapat dilaksanakan sesuai jadwal tanpa terkendala kesiapan perlengkapan pemilihan.
Pelaksanaan Pilpeng menjadi bagian penting dari proses pergantian kepemimpinan di tingkat kepenghuluan yang melibatkan partisipasi langsung masyarakat dalam menentukan pemimpin wilayahnya.
Distribusi Logistik Dilakukan Bertahap Sejak 25 Oktober
Dinas PMK Kabupaten Rokan Hilir telah melaksanakan proses distribusi logistik menjelang pemungutan suara dengan memperhatikan tahapan pengiriman menuju lokasi penyelenggaraan.
Basri menjelaskan bahwa penyaluran perlengkapan pemilihan dimulai pada 25 Oktober 2026 dengan pengiriman logistik menuju kecamatan.
Setelah tiba di tingkat kecamatan, proses distribusi dilanjutkan ke masing-masing kepenghuluan pada 26 Oktober 2026, atau sehari sebelum pelaksanaan pemungutan suara.
Melalui proses tersebut, seluruh 53 kepenghuluan penyelenggara Pilpeng telah menerima logistik yang diperlukan.
Penyelesaian distribusi sebelum hari pemilihan menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan pemungutan suara.
Ketersediaan logistik di lokasi penyelenggaraan juga diperlukan agar tahapan pemilihan dapat berlangsung secara tertib sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
Pemerintah daerah berharap kesiapan tersebut dapat mendukung pelaksanaan Pilpeng yang aman, lancar, dan kondusif di seluruh wilayah penyelenggara.
Warga Rokan Hilir Diajak Berpartisipasi dalam Pemilihan
Selain memastikan kesiapan perlengkapan pemilihan, Dinas PMK Kabupaten Rokan Hilir turut mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Pilpeng Serentak 2026.
Basri mengimbau seluruh warga yang memiliki hak pilih, khususnya masyarakat di 53 kepenghuluan penyelenggara, agar menggunakan kesempatan tersebut untuk menentukan kepemimpinan di wilayah masing-masing.
Menurutnya, partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dari proses demokrasi di tingkat desa atau kepenghuluan.
Keputusan yang diambil warga melalui pemungutan suara akan berpengaruh terhadap arah penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan kepenghuluan dalam delapan tahun mendatang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Sebab, satu pilihan anda turut menentukan perkembangan desa atau kepenghuluan untuk delapan tahun ke depan,” imbau Basri.
Melalui ajakan tersebut, pemerintah daerah menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap hak dan tanggung jawab dalam proses pemilihan pemimpin di tingkat lokal.
Keterlibatan warga dalam pemungutan suara diharapkan dapat mendukung terbentuknya pemerintahan kepenghuluan yang memperoleh kepercayaan dan dukungan masyarakat.
Selain itu, partisipasi pemilih juga menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan proses demokrasi berlangsung dengan melibatkan masyarakat secara langsung.
Calon Penghulu Diminta Siap Menerima Hasil Pemilihan
Menjelang pelaksanaan Pilpeng Serentak 2026, Basri turut menyampaikan pesan kepada seluruh calon penghulu yang mengikuti proses pemilihan.
Ia meminta setiap calon untuk menghormati hasil pemungutan suara dan menerima keputusan masyarakat dengan sikap terbuka serta penuh tanggung jawab.
Bagi calon yang memperoleh kemenangan, Basri berharap amanah masyarakat dapat dijalankan dengan baik melalui penyelenggaraan pemerintahan kepenghuluan yang berorientasi pada kepentingan warga.
Sementara itu, calon yang belum berhasil diharapkan dapat menerima hasil pemilihan secara lapang dada serta tetap memberikan dukungan kepada penghulu terpilih.
Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga kesinambungan pemerintahan dan memastikan proses pergantian kepemimpinan tidak menimbulkan persoalan di tengah masyarakat.
Pemilihan penghulu merupakan bagian dari mekanisme demokrasi lokal yang memungkinkan masyarakat menentukan pemimpin sesuai dengan pilihan masing-masing.
Karena itu, setiap peserta pemilihan diharapkan mengedepankan sikap saling menghormati dan menempatkan kepentingan masyarakat di atas perbedaan pilihan.
Perbedaan Pilihan Jangan Menjadi Pemicu Perselisihan
Basri juga mengingatkan pentingnya menjaga ketenteraman masyarakat selama seluruh rangkaian Pilpeng Serentak 2026 berlangsung.
Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa oleh seluruh pihak.
Ia meminta masyarakat dan para calon penghulu tidak menjadikan perbedaan dukungan sebagai alasan munculnya perselisihan maupun gangguan terhadap keharmonisan hubungan sosial.
Sebaliknya, setiap pihak diharapkan tetap menjaga persatuan serta mengedepankan kepentingan bersama dalam kehidupan bermasyarakat.
Pemerintah daerah menilai suasana yang kondusif menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pemungutan suara dan proses penetapan hasil pemilihan.
Karena itu, keterlibatan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk menjaga ketertiban serta menghindari tindakan yang berpotensi mengganggu pelaksanaan Pilpeng.
“Kami berharap seluruh lapisan masyarakat tetap menjaga ketenteraman dan kondusivitas, sehingga pilpeng tahun ini berjalan lancar, aman, damai, dan sejuk,” ujar Basri.
Imbauan tersebut ditujukan kepada masyarakat secara luas, termasuk para pendukung calon penghulu, agar tetap menjaga hubungan baik sebelum maupun setelah proses pemilihan.
Pilpeng 2026 Jadi Momentum Penguatan Pemerintahan Kepenghuluan
Pelaksanaan Pilpeng Serentak 2026 di Kabupaten Rokan Hilir menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan dan pembangunan di tingkat kepenghuluan.
Dengan masa kepemimpinan yang akan berlangsung selama delapan tahun sebagaimana disampaikan Dinas PMK, hasil pemilihan memiliki arti penting bagi keberlanjutan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Penghulu terpilih diharapkan mampu menjalankan tanggung jawab pemerintahan, menjaga hubungan dengan masyarakat, serta mendukung pelaksanaan pembangunan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.
Di sisi lain, masyarakat memiliki peran dalam menjaga suasana kondusif dan mendukung keberlangsungan pemerintahan setelah tahapan pemilihan selesai.
Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas PMK telah menyelesaikan salah satu tahapan persiapan penting, yakni distribusi logistik ke seluruh 53 kepenghuluan penyelenggara.
Dengan kesiapan perlengkapan pemilihan dan dukungan partisipasi warga, Pilpeng Serentak 2026 diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal, tertib, aman, dan damai.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak untuk menghormati hasil pemilihan serta bersama-sama menjaga persatuan demi kelancaran pemerintahan dan pembangunan kepenghuluan di Kabupaten Rokan Hilir.
Sumber: Riau Pos



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!