Pelaku usaha konveksi asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus berupaya memperluas jangkauan pasar melalui pengembangan produk dengan merek sendiri. Salah satunya dilakukan Konveksi Saestu Berkah yang berlokasi di Jalan Wirokraman, Sidokarto, Kecamatan Godean.
Usaha milik Sumiyati tersebut tengah mempersiapkan pengembangan produksi pakaian secara massal setelah selama bertahun-tahun menjalankan bisnis berbasis pesanan pelanggan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengembangan usaha untuk menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus membuka kesempatan kerja bagi lebih banyak tenaga kerja.
Sumiyati menjelaskan bahwa pengembangan produk dengan merek sendiri merupakan salah satu rencana yang ingin diwujudkan tanpa meninggalkan kegiatan produksi yang selama ini menjadi sumber utama usaha.
Saat ditemui pada Sabtu, 24 Oktober 2026, ia menyampaikan keinginannya agar Konveksi Saestu Berkah dapat terus berjalan sekaligus berkembang melalui produksi pakaian bermerek sendiri.
Menurutnya, perluasan kegiatan produksi diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada lebih banyak tenaga kerja untuk terlibat dalam aktivitas usaha.
Berawal dari Dana Ganti Rugi Pascabencana Merapi
Perjalanan usaha Sumiyati dimulai pada 2010 dengan modal yang berasal dari dana ganti rugi sapi setelah erupsi Gunung Merapi.
Saat itu, ia memperoleh dana sebesar Rp9,5 juta yang kemudian dimanfaatkan sebagai modal awal untuk membeli tiga unit mesin jahit.
Keputusan tersebut menjadi titik awal keterlibatannya dalam usaha konveksi yang terus dijalankan hingga sekarang.
Pada tahap awal, kegiatan usaha Sumiyati belum berfokus pada produksi pakaian dengan merek sendiri.
Ia bersama suaminya menjalankan pekerjaan berdasarkan pesanan dari pengusaha konveksi lain.
Selama sekitar delapan tahun, keduanya menekuni kegiatan produksi tersebut untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus membangun pengalaman dalam bidang konveksi.
Pengalaman yang diperoleh selama menjalankan usaha menjadi bekal bagi Sumiyati untuk mengembangkan kemampuan produksi dan pengelolaan bisnis secara lebih mandiri.
Mulai Jalankan Usaha Mandiri pada 2018
Setelah menjalani kegiatan produksi berdasarkan pesanan selama bertahun-tahun, Sumiyati mulai mengembangkan usaha secara mandiri sekitar 2018.
Keputusan tersebut didukung oleh pengalaman yang telah diperoleh sejak merintis usaha pada 2010.
Selain pengalaman produksi, Sumiyati juga mendapatkan tambahan pengetahuan melalui kegiatan pelatihan yang diselenggarakan Rumah Kreatif Sleman.
Pembelajaran tersebut menjadi salah satu bekal yang membantunya mengambil langkah untuk menjalankan kegiatan usaha tanpa hanya bergantung pada pekerjaan dari pengusaha konveksi lainnya.
Seiring perkembangan bisnis, Konveksi Saestu Berkah mulai menerima berbagai jenis pesanan langsung dari pelanggan.
Perubahan tersebut turut memperluas jenis produk yang dapat dikerjakan sekaligus memberikan kesempatan untuk membangun hubungan langsung dengan konsumen.
Hingga kini, Sumiyati tetap menjalankan usaha konveksi tersebut sambil mempersiapkan pengembangan produk yang dapat dipasarkan menggunakan mereknya sendiri.
Produksi Beragam Pakaian hingga Aksesori
Konveksi Saestu Berkah kini melayani berbagai kebutuhan produksi pakaian, mulai dari kaus, kaus polo, kemeja seragam kantor, hingga batik.
Keberagaman jenis produk tersebut menjadi bagian dari layanan yang ditawarkan kepada pelanggan dengan kebutuhan berbeda.
Selain pakaian, usaha ini juga mengerjakan pesanan produk pelengkap seperti topi, tas, dan pouch.
Untuk memproduksi sejumlah barang tersebut, Sumiyati menjalin kerja sama dengan perajin mitra.
Kolaborasi ini memungkinkan Konveksi Saestu Berkah menyediakan pilihan produk yang lebih beragam tanpa membatasi kegiatan usaha pada satu jenis pakaian.
Melalui layanan tersebut, usaha konveksi di Godean ini terus berupaya memenuhi kebutuhan konsumen, baik untuk pakaian sehari-hari maupun seragam.
Di tengah perkembangan kegiatan produksi, Sumiyati juga mulai menjajaki peluang menghasilkan produk yang dapat dikembangkan secara mandiri.
Kaus Katun Bambu Pernah Dikembangkan, Pemasaran Masih Jadi Tantangan
Salah satu produk yang sebelumnya pernah dicoba Sumiyati untuk dikembangkan secara mandiri adalah kaus berukuran besar dengan bahan katun bambu.
Produk tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk mengembangkan pilihan pakaian di luar layanan produksi berdasarkan pesanan pelanggan.
Namun, proses pengembangan produk mandiri belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan.
Sumiyati mengakui bahwa pemasaran masih menjadi tantangan yang perlu diatasi dalam memperluas penjualan kaus tersebut.
Kondisi ini menjadi salah satu perhatian dalam rencananya untuk memproduksi pakaian massal dengan merek sendiri.
Meskipun telah memiliki pengalaman dalam kegiatan produksi, pengembangan produk mandiri tetap membutuhkan strategi pemasaran yang mampu menjangkau lebih banyak konsumen.
Oleh karena itu, Sumiyati terus mempertimbangkan langkah pengembangan pasar sambil mempertahankan layanan konveksi yang telah berjalan.
Kualitas Bahan dan Pelayanan Jadi Prioritas Usaha
Di tengah persaingan harga dalam industri konveksi, Sumiyati memilih mempertahankan kualitas produk serta pelayanan kepada pelanggan.
Menurutnya, pemilihan bahan baku menjadi salah satu aspek penting dalam menghasilkan pakaian sesuai kebutuhan konsumen.
Perhatian terhadap kualitas bahan terutama diperlukan dalam pengerjaan seragam yang membutuhkan kesesuaian warna apabila pelanggan melakukan penambahan pesanan pada waktu berikutnya.
Konsistensi bahan dan warna menjadi pertimbangan dalam proses produksi agar hasil pesanan tetap sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Untuk memenuhi kebutuhan kain, Konveksi Saestu Berkah memperoleh bahan dari sejumlah pemasok.
Salah satu sumber bahan baku berasal dari pabrik di Bandung yang dijangkau melalui jaringan penjualan di Yogyakarta.
Sumiyati berupaya memilih bahan yang sesuai dengan kebutuhan produksi tanpa mengabaikan kualitas di tengah persaingan harga.
Selain itu, ia juga memberikan perhatian terhadap komunikasi dengan pelanggan sebelum menentukan jenis produk yang akan dibuat.
Tidak Sekadar Menjual, Sumiyati Berupaya Menjadi Konsultan Pelanggan
Dalam menjalankan bisnis, Sumiyati menempatkan pelayanan sebagai bagian penting untuk mempertahankan hubungan dengan pelanggan.
Ia berusaha memahami kebutuhan konsumen sebelum memberikan rekomendasi mengenai produk yang akan dipesan.
Menurutnya, usaha konveksi tidak seharusnya hanya dipandang sebagai tempat penjualan atau produksi pakaian.
Pelaku usaha juga perlu mampu memberikan pertimbangan dan solusi kepada pelanggan agar produk yang dibuat sesuai dengan kebutuhan mereka.
Pendekatan tersebut menjadi prinsip pelayanan yang diterapkan Konveksi Saestu Berkah.
Dengan memahami kebutuhan pelanggan, Sumiyati berharap konsumen dapat memperoleh produk yang sesuai sekaligus merasa terbantu dalam menentukan pilihan bahan dan jenis pakaian.
Pelayanan yang baik juga menjadi salah satu strategi untuk menjaga hubungan usaha dalam jangka panjang.
Media Sosial Bantu Jangkau Konsumen hingga Luar Jawa
Dalam pemasaran, Konveksi Saestu Berkah masih mengandalkan pesanan langsung serta rekomendasi dari pelanggan yang telah menggunakan layanannya.
Selain kedua cara tersebut, Sumiyati memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk dan menjangkau calon konsumen.
Facebook dan Instagram dengan nama Konveksi Saestu Berkah menjadi sarana pemasaran yang digunakan dalam menjalankan usaha.
Melalui media sosial, jangkauan pelanggan tidak lagi terbatas pada wilayah Sleman maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sumiyati mengungkapkan bahwa usaha konveksinya telah menerima perhatian dan pesanan dari konsumen di luar Pulau Jawa, termasuk Kalimantan dan Nusa Tenggara Barat.
Perluasan jangkauan tersebut menunjukkan bahwa layanan konveksi yang dijalankannya dapat menjangkau pasar di berbagai daerah melalui komunikasi langsung dan pemanfaatan media sosial.
Meski demikian, Sumiyati masih mempertimbangkan strategi pemasaran yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bisnisnya.
Belum Berencana Masuk Marketplace, Fokus Pertahankan Pelanggan
Walaupun telah memanfaatkan media sosial untuk menjangkau konsumen, Sumiyati belum memiliki rencana untuk memasarkan produknya melalui platform marketplace.
Keputusan tersebut berkaitan dengan pertimbangannya terhadap potongan biaya transaksi serta pentingnya membangun basis pelanggan sendiri.
Ia memilih mempertahankan pola pemasaran melalui komunikasi langsung, media sosial, dan rekomendasi pelanggan.
Menurut Sumiyati, menjaga kepercayaan konsumen yang sudah menggunakan layanan merupakan hal penting bagi keberlangsungan usaha.
Ia berpandangan bahwa pelanggan yang merasa puas cenderung bersedia merekomendasikan layanan kepada orang lain.
Karena itu, perhatian terhadap kualitas produk dan pelayanan menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan konsumen sekaligus menjangkau pasar baru.
Konveksi Saestu Berkah juga tetap membuka layanan pemesanan melalui telepon dan WhatsApp sebagai sarana komunikasi langsung dengan pelanggan.
Pengembangan Produk Massal Diharapkan Buka Peluang Kerja
Setelah menjalankan usaha selama lebih dari satu dekade, Sumiyati kini berupaya membawa Konveksi Saestu Berkah memasuki tahap pengembangan berikutnya.
Rencana produksi pakaian massal dengan merek sendiri menjadi salah satu langkah yang ingin diwujudkan untuk memperluas cakupan pasar.
Melalui pengembangan tersebut, Sumiyati berharap usaha yang dirintis sejak 2010 dapat terus bertahan sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak tenaga kerja.
Namun, rencana tersebut masih berada dalam tahap persiapan dan belum dinyatakan sebagai produksi massal yang telah berjalan sepenuhnya.
Pengalaman mengelola pesanan, kerja sama dengan perajin mitra, perhatian terhadap kualitas bahan, serta pemanfaatan media sosial menjadi bagian dari modal usaha yang telah dibangun selama ini.
Bagi Sumiyati, pengembangan bisnis tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan jangkauan pemasaran, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan usaha dan memperluas kesempatan kerja.
Dari modal awal Rp9,5 juta untuk membeli tiga mesin jahit, Konveksi Saestu Berkah kini telah berkembang menjadi penyedia beragam produk pakaian dan aksesori dengan pelanggan yang menjangkau luar Pulau Jawa.
Rencana menghadirkan produk bermerek sendiri diharapkan menjadi langkah lanjutan dalam pengembangan usaha konveksi asal Godean, Sleman, tersebut.

Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!