Pemerintah Kota Palembang mengoptimalkan pembinaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus menyiapkan bantuan pinjaman modal bunga nol persen hingga akhir 2026. Program ini menyasar UMKM yang telah dibina maupun pelaku usaha prioritas di 18 kecamatan.
Sekretaris Daerah Palembang Aprizal Hasyim mengatakan, pembinaan sekitar 170 UMKM yang telah berjalan akan terus dioptimalkan. Pemerintah kota juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM lainnya untuk mengikuti program tersebut.
“Pengembangan program tersebut dengan mengoptimalkan pembinaan sekitar 170 UMKM yang telah berjalan selama ini dan membuka kesempatan bagi yang lain,” kata Sekda Palembang Aprizal Hasyim, di Palembang, Kamis.
Pelatihan dan pendampingan rutin
Pembinaan dilakukan melalui Dinas UMKM Palembang secara bergantian dengan pelatihan rutin yang diikuti minimal 200 peserta UMKM. Materinya mencakup kerajinan tangan, pembuatan kain songket dan kain jumputan, pelatihan wirausaha, pendampingan intensif, serta kompetisi wirausaha.
“Program-program itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pelaku UMKM dalam mengelola usahanya,” ujarnya.
Sasaran bantuan modal
Pemkot Palembang memprioritaskan pelaku UMKM yang telah terdaftar dalam pendataan pembagian kuota di 18 kecamatan serta keluarga miskin ekstrem. Kelompok sasaran itu akan dibantu secara bertahap untuk memperoleh pinjaman modal hingga akhir 2026.
Setiap pelaku UMKM berpeluang mendapat pinjaman modal sebesar Rp5 juta dengan bunga nol persen, sepanjang tidak terlambat memenuhi kewajiban cicilan. Untuk mencegah bantuan salah sasaran, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Palembang akan melakukan survei ke lokasi UMKM.
Sumber: Antara News Sumsel


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!