Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Banten, menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi. Kolaborasi tersebut dilakukan melalui pengembangan pupuk organik, penerapan teknologi pengelolaan lahan, serta riset ilmiah yang disesuaikan dengan kondisi pertanian setempat.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mendorong peningkatan produksi pangan sekaligus memperbaiki kualitas lahan pertanian. Melalui pemanfaatan hasil penelitian, pemerintah daerah berharap petani dapat menerapkan metode pertanian yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Kepala DPKP Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono, menjelaskan bahwa kerja sama dengan BRIN mencakup sejumlah kegiatan, mulai dari pelatihan pembuatan pupuk organik, pembaruan data kandungan unsur hara tanah, hingga pengujian teknologi pengelolaan lahan pertanian.
Pendampingan tersebut merupakan tindak lanjut program NGEMAS, yakni kegiatan kajian berbasis riset yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman padi.
Pengembangan Pupuk Organik Berbasis Riset
Salah satu fokus utama kerja sama DPKP Kabupaten Tangerang dan BRIN adalah pengembangan pupuk organik melalui pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Inovasi ini dirancang untuk membantu memperbaiki kondisi tanah sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dalam kegiatan pertanian.
Pengembangan pupuk dilakukan dengan memadukan sejumlah bahan pembenah tanah, seperti biochar dari arang sekam, kotoran hewan yang telah matang, bahan organik dari rumput laut, serta limbah organik yang diolah menggunakan formulasi hasil penelitian.
Melalui teknologi tersebut, bahan-bahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diharapkan dapat diolah menjadi pupuk organik yang memiliki nilai guna bagi kegiatan pertanian.
DPKP Kabupaten Tangerang menyebut pelatihan pembuatan pupuk organik berpotensi membantu petani meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk hingga 15–30 persen. Efisiensi tersebut diharapkan dapat mengurangi biaya produksi sekaligus mendukung peningkatan pendapatan petani.
Meski demikian, manfaat tersebut masih perlu dievaluasi melalui penerapan dan pengujian di lapangan untuk mengetahui efektivitasnya pada kondisi tanah dan tanaman yang berbeda.
Perkuat Riset dan Teknologi Pengelolaan Lahan
Selain mengembangkan pupuk organik, kolaborasi DPKP Kabupaten Tangerang dan BRIN juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lahan pertanian melalui pendekatan ilmiah.
Kegiatan riset mencakup pembaruan informasi mengenai kandungan unsur hara fosfor (P) dan kalium (K), tingkat keasaman atau pH tanah, serta kadar karbon organik yang menjadi salah satu indikator kondisi kesuburan tanah.
Data tersebut diperlukan untuk memahami karakteristik lahan pertanian sehingga rekomendasi pemupukan dan pengelolaan tanah dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.
Kerja sama ini juga mencakup penyusunan rekomendasi teknologi pengelolaan lahan serta perancangan aplikasi seluler yang nantinya diharapkan dapat membantu memberikan informasi mengenai pengelolaan lahan berdasarkan karakteristik tanah.
Melalui pendekatan tersebut, penggunaan pupuk dan perlakuan terhadap lahan pertanian diharapkan menjadi lebih terarah, sehingga petani tidak hanya bergantung pada metode yang diterapkan secara umum.
Tingkatkan Kemampuan Petani dan Penyuluh Pertanian
Pengembangan teknologi pertanian tidak hanya berfokus pada inovasi pupuk, tetapi juga mencakup peningkatan kemampuan sumber daya manusia, khususnya petani dan tenaga penyuluh pertanian.
Melalui pendampingan BRIN, petani dan penyuluh diharapkan memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pembuatan pupuk organik hayati, pengelolaan kesuburan tanah, serta penerapan teknologi pertanian berdasarkan hasil penelitian.
Peningkatan kemampuan tersebut menjadi penting agar inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap penelitian, tetapi juga dapat dipahami dan diterapkan secara tepat oleh masyarakat pertanian.
Dengan adanya pelatihan dan pendampingan, petani diharapkan mampu mengenali kondisi lahan, menentukan kebutuhan pemupukan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal untuk mendukung kegiatan produksi padi.
Uji Coba Dilaksanakan di Desa Mekar Jaya, Sepatan
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kabupaten Tangerang, Abdul Munir, menyampaikan bahwa kegiatan riset peningkatan produktivitas padi bersama BRIN dilaksanakan di kawasan Desa Mandiri Pangan (Demapan), Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang.
Lokasi pengujian berada di lahan Kelompok Tani Bina Harapan dengan luas sekitar satu hektare. Pelaksanaan uji coba dijadwalkan berlangsung pada musim tanam kedua, yakni periode Oktober hingga Desember 2026.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menguji penerapan teknologi pengelolaan lahan dan formulasi pupuk organik pada kondisi pertanian setempat.
Hasil pengujian nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas inovasi yang dikembangkan sebelum dipertimbangkan untuk penerapan lebih luas.
Melalui kolaborasi dengan BRIN, Pemerintah Kabupaten Tangerang berupaya memperkuat sektor pertanian dengan memanfaatkan hasil riset dan teknologi yang relevan bagi kebutuhan petani.
Pengembangan pupuk organik, peningkatan kapasitas petani, serta pengelolaan lahan berbasis data diharapkan dapat menjadi langkah pendukung untuk menjaga produktivitas padi dan memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Sumber: Satelit News

Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!