Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Selatan naik menjadi 156,67 pada September 2026, dari 150,53 pada bulan sebelumnya, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Kenaikan itu didorong indeks yang diterima petani yang meningkat 4,42 persen, lebih tinggi dibandingkan indeks yang dibayar petani yang naik 0,32 persen.
“Kenaikan NTP September 2026 dipengaruhi oleh naiknya NTP pada hampir semua subsektor,” katanya.
Kenaikan pada mayoritas subsektor
Kenaikan NTP Sumsel pada September 2026 terjadi di sejumlah subsektor, dipimpin perkebunan yang naik 4,99 persen. Tanaman pangan meningkat 0,57 persen, hortikultura 0,95 persen, peternakan 0,01 persen, dan perikanan tangkap 0,04 persen. Sebaliknya, NTP subsektor perikanan turun 0,21 persen, sementara perikanan budi daya merosot 0,61 persen.
Komoditas yang menjadi penyumbang utama kenaikan indeks yang diterima petani meliputi karet, kelapa sawit, gabah, cabai merah, ayam ras pedaging, kakao atau biji cokelat, ketela pohon, lada, pepaya, dan jagung. Data itu disampaikan BPS Sumsel di Palembang pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Pengeluaran rumah tangga ikut meningkat
BPS juga mencatat Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Sumsel naik 0,37 persen, dari 131,86 menjadi 132,34 pada September 2026. Kenaikan terutama dipengaruhi kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,50 persen serta transportasi sebesar 0,53 persen.
Kelompok pakaian dan alas kaki, perlengkapan rumah tangga, kesehatan, informasi dan komunikasi, rekreasi, serta restoran juga mengalami kenaikan. Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga turun 0,03 persen, sedangkan perawatan pribadi dan jasa lainnya turun 0,31 persen.
NTUP naik 4,28 persen
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Sumsel pada September 2026 tercatat sebesar 156,34, naik 4,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan terjadi karena indeks yang diterima petani naik 4,42 persen, sedangkan indeks biaya produksi dan penambahan barang modal hanya meningkat 0,13 persen.
Kenaikan NTUP terjadi pada tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, dan perikanan tangkap. Namun, subsektor perikanan serta perikanan budi daya masih mengalami penurunan.
Sumber: Antara News Sumsel


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!