Presiden Prabowo Subianto menerima saran dan rekomendasi Dewan Ekonomi Nasional (DEN) terkait pengumuman MSCI yang mengusulkan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Rekomendasi itu disampaikan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10).
Rapat tersebut diikuti menteri sektor ekonomi dan sejumlah pejabat terkait, termasuk Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria, serta Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Reformasi dan penegakan aturan
Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu menyampaikan, DEN menyarankan agar reformasi pasar modal yang telah berjalan tetap diteruskan. DEN juga mendorong kelanjutan penegakan aturan oleh regulator.
“Kami memberi saran untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang memang sudah dijalankan dan melanjutkan enforcement oleh regulator yang memang juga sudah diumumkan, karena undang-undang kita memang sudah memberikan ruang untuk melakukan langkah-langkah yang tegas terkait (masalah, red) itu,” kata Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu.
Sejumlah isu ekonomi dibahas
Selain MSCI, DEN memaparkan hasil kajian dan rekomendasi mengenai sejumlah isu ekonomi kepada Presiden. Topik yang dibahas meliputi kesiapan menghadapi dampak El Nino dan La Nina, perlindungan sosial digital, percepatan hilirisasi, tata kelola distribusi BBM, serta kajian program makan bergizi gratis.
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembahasan dilakukan bersama pejabat ekonomi untuk mengonfirmasi data yang tersedia. Ia menyebut Presiden memberikan perhatian terhadap data ekonomi yang dipaparkan DEN.
Komitmen pasok data
Luhut menyatakan DEN berkomitmen memasok data yang kredibel dan akurat kepada Presiden serta pemerintah. Menurut dia, data diperlukan agar proses pengambilan keputusan memiliki dasar yang lebih akurat.
“Kami tadi terakhir, saya lapor Presiden, kami akan men- feeding Presiden dengan data-data yang akurat sehingga proses pengambilan keputusan Presiden nanti basisnya akan banyak dengan data, karena dengan data ini saya kira proses pengambilan keputusan akan bisa jauh lebih akurat,” kata dia.
Sumber: Antara News Jambi



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!