PT ASDP Indonesia Ferry bersama Jasa Raharja membuka posko layanan untuk mendata barang berharga penumpang yang hangus dalam kebakaran KMP Batumandi di Perairan Merak, Kota Cilegon, Selasa (20/10). Pendataan tersebut dilakukan untuk menghitung kerugian yang akan ditanggung bagi para korban.
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo mengatakan pihaknya masih berkonsolidasi dan berkoordinasi dengan Jasa Raharja dalam proses pendataan tersebut.
“Kami bersama jasa Raharja sedang melakukan konsolidasi dan koordinasi untuk melakukan pendataan terkait dengan berapa nanti kerugian yang akan ditanggung oleh kami sementara ini sedang kami data lalu kemudian kami akan berikan penggantian bersama nanti jasa Raharja namun masih dalam proses pendataan,” katanya.
Kebakaran saat kapal akan bersandar
KMP Batumandi terbakar ketika akan bersandar di Pelabuhan Merak, Cilegon, sekitar pukul 16.15 WIB. Kapal itu mengangkut 420 penumpang dan 89 kendaraan.
Seluruh penumpang dilaporkan berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, termasuk Basarnas, relawan, Polda Banten, dan pihak terkait lainnya. Sejumlah penumpang yang membutuhkan perawatan langsung mendapat penanganan.
Pendataan kerugian masih berlangsung
Posko layanan dibuka untuk menghimpun data manifes barang berharga milik penumpang yang terdampak kebakaran. Hasil pendataan akan menjadi dasar penggantian kerugian oleh ASDP bersama Jasa Raharja.
Proses pendataan dan konsolidasi masih berlangsung untuk menentukan nilai kerugian yang akan ditanggung kepada korban.
Sumber: ANTARA News Banten

Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!