Terkini

Kanwil HAM Jambi Perkuat Pemahaman Hak Asasi Manusia bagi Pelajar SD dan SMP

Kanwil HAM Jambi memberikan edukasi mengenai hak asasi manusia kepada pelajar SD dan SMP IT Nurul Ilmi 2 Kota Jambi.

Image Source : https://jambi.antaranews.com

Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil HAM) Jambi terus memperluas edukasi mengenai hak asasi manusia (HAM) di lingkungan pendidikan. Kali ini, kegiatan penguatan kapasitas HAM menyasar peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) Nurul Ilmi 2 Kota Jambi, pada Senin (2/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan kepada generasi muda sejak usia dini. Melalui edukasi ini, para pelajar diharapkan dapat memahami pentingnya menghormati hak setiap individu, menjaga sikap saling menghargai, serta membangun hubungan sosial yang dilandasi kepedulian dan toleransi.

Kepala Kanwil Kementerian HAM Jambi, Sukiman, menyampaikan bahwa pemahaman mengenai HAM tidak perlu menunggu seseorang mencapai usia dewasa. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan justru perlu diperkenalkan sejak anak-anak agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang memahami hak dan tanggung jawabnya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan bahwa penerapan HAM dapat dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga dan sekolah. Beberapa contoh sederhana yang dapat dilakukan pelajar antara lain menghargai teman, tidak melakukan perundungan, menghindari tindakan diskriminasi, menghormati guru, serta memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyampaikan pendapat.

Sukiman juga mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama sehingga perlu membangun kebiasaan untuk saling menghormati. Kesadaran tersebut penting ditanamkan agar anak-anak tidak hanya menuntut hak untuk dihargai, tetapi juga memahami kewajiban untuk menghormati hak orang lain.

Selain memberikan pemahaman mengenai prinsip dasar HAM, kegiatan tersebut turut menekankan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan inklusif. Sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk memperoleh pengetahuan akademis, tetapi juga ruang pembentukan karakter, pengembangan sikap sosial, dan penanaman nilai persaudaraan.

Lingkungan pendidikan yang menghargai HAM juga diharapkan mampu mencegah berbagai tindakan negatif, seperti kekerasan, perundungan, maupun perlakuan diskriminatif terhadap peserta didik. Dengan demikian, setiap anak dapat memperoleh kesempatan belajar dan berkembang tanpa merasa terancam atau dibedakan berdasarkan latar belakang tertentu.

Dalam konteks kehidupan masyarakat Jambi yang memiliki budaya Melayu dan menjunjung tinggi nilai kesantunan, kebersamaan, serta rasa hormat antarsesama, penanaman prinsip HAM dinilai memiliki keterkaitan dengan nilai-nilai adat setempat.

Falsafah masyarakat Melayu Jambi, yakni “Adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah”, turut mencerminkan pentingnya moral, etika, dan penghormatan terhadap sesama dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai tersebut sejalan dengan upaya membangun kehidupan yang harmonis, menjaga keadilan, serta menghargai keberagaman.

Melalui kegiatan penguatan kapasitas ini, Kanwil Kementerian HAM Jambi berharap pemahaman mengenai HAM tidak hanya berhenti pada penyampaian materi di sekolah. Para pelajar diharapkan mampu menerapkannya melalui tindakan nyata, seperti membangun sikap toleransi, menunjukkan kepedulian terhadap teman, menghormati perbedaan, serta berani menolak segala bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga karakter kuat, berakhlak, dan memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Ke depan, Kanwil Kementerian HAM Jambi berharap program edukasi HAM dapat diperluas melalui kerja sama dengan berbagai satuan pendidikan dan elemen masyarakat. Penanaman kesadaran sejak dini dinilai penting untuk membangun lingkungan sosial yang saling menghormati sekaligus menciptakan generasi yang mampu menjaga hak dan martabat setiap individu.

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *