Terkini

BPJS Ketenagakerjaan Jambi Perluas Akses Pembiayaan Perumahan bagi Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi menyosialisasikan Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) kepada anggota APERSI untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi pekerja.

Image Source : https://jambi.antaranews.com

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi mendorong perluasan akses pembiayaan perumahan bagi para pekerja melalui Program Manfaat Layanan Tambahan (MLT). Upaya tersebut dilakukan dengan menyosialisasikan berbagai fasilitas pembiayaan kepada anggota Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Jambi.

Sosialisasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD APERSI Jambi 2026 yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Jambi, Selasa (3/11/2026). Kegiatan mengangkat tema “Sinergi APERSI dan Pemerintah Membangun Hunian, Menggerakkan Ekonomi, Menata Masa Depan Jambi”.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menjelaskan bahwa Program MLT merupakan fasilitas tambahan yang dapat dimanfaatkan peserta untuk membantu memenuhi kebutuhan kepemilikan maupun perbaikan rumah. Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan pekerja dalam memperoleh hunian yang layak dan terjangkau.

Dalam pemaparannya, BPJS Ketenagakerjaan memperkenalkan tiga jenis fasilitas pembiayaan perumahan bagi peserta. Ketiganya meliputi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP), dan Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP).

Fasilitas KPR ditujukan untuk membantu peserta memperoleh pembiayaan dalam membeli rumah. Sementara itu, PUMP dapat dimanfaatkan untuk memenuhi sebagian atau seluruh kebutuhan uang muka pembelian hunian. Adapun PRP memberikan alternatif pembiayaan bagi peserta yang ingin memperbaiki atau meningkatkan kondisi rumah yang telah dimiliki.

Melalui fasilitas tersebut, pekerja diharapkan memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan kepemilikan rumah sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Program ini juga menjadi bagian dari upaya BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan manfaat tambahan di luar perlindungan dasar jaminan sosial ketenagakerjaan.

Selain menyediakan fasilitas pembiayaan bagi peserta, BPJS Ketenagakerjaan turut memperkenalkan Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja (FPPP) atau kredit konstruksi yang ditujukan bagi perusahaan pengembang. Skema tersebut dapat dimanfaatkan pengembang untuk mendukung pembiayaan pembangunan rumah yang nantinya dapat dibeli atau dimiliki oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Hendra berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan pemahaman anggota APERSI mengenai persyaratan, ketentuan, serta mekanisme pengajuan setiap fasilitas pembiayaan. Dengan pemahaman yang lebih baik, pengembang diharapkan dapat menjajaki peluang kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan lembaga perbankan.

Menurutnya, kolaborasi antara penyelenggara jaminan sosial, pemerintah daerah, perbankan, dan pengembang memiliki peran penting dalam memperluas penyediaan hunian bagi pekerja. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghubungkan kebutuhan masyarakat terhadap rumah dengan berbagai skema pembiayaan yang tersedia.

Keterlibatan APERSI dalam program ini juga diharapkan dapat mendorong para pengembang untuk menyediakan hunian yang sesuai dengan kebutuhan pekerja. Dengan dukungan pembiayaan yang tepat, pembangunan perumahan diharapkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan usaha, tetapi juga memperhatikan keterjangkauan dan kebutuhan masyarakat.

Selain membantu pekerja memperoleh tempat tinggal, pengembangan program pembiayaan perumahan juga berpotensi memberikan dampak terhadap sektor ekonomi daerah. Meningkatnya pembangunan dan permintaan hunian dapat membuka peluang kegiatan usaha, memperluas lapangan pekerjaan, serta menggerakkan sektor pendukung seperti konstruksi, bahan bangunan, dan jasa properti.

Melalui kegiatan Rakerda APERSI Jambi 2026, BPJS Ketenagakerjaan berharap komunikasi dan kerja sama dengan para pengembang semakin kuat. Optimalisasi Program MLT dan FPPP diharapkan dapat memperluas akses kepemilikan rumah sekaligus mendukung pertumbuhan sektor perumahan di Provinsi Jambi.

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *