Aksi vandalisme di kawasan trase Batutulis, Kota Bogor, kembali menjadi perhatian setelah sejumlah bagian tembok di sepanjang kawasan tersebut dipenuhi coretan. Meski pemerintah sebelumnya telah melakukan pembersihan, tindakan perusakan fasilitas umum itu masih berulang dan terlihat semakin meluas di sejumlah titik.
Kondisi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Ketua III DPRD Kota Bogor, Dadang Iskandar Danubrata. Ia menilai penanganan vandalisme tidak cukup dilakukan melalui penghapusan coretan, tetapi membutuhkan langkah pencegahan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah pemasangan taman vertikal atau vertical garden pada dinding trase Batutulis. Konsep penghijauan tersebut dinilai dapat membatasi ruang yang berpotensi menjadi sasaran vandalisme sekaligus meningkatkan keindahan kawasan.
Dalam keterangannya pada Rabu (4/11/2026), Dadang menyampaikan bahwa keberadaan tanaman pada permukaan dinding dapat memberikan dua manfaat sekaligus, yakni mengurangi area yang memungkinkan terjadinya aksi corat-coret serta memperbaiki tampilan lingkungan.
DPRD Dorong Pencegahan Vandalisme Secara Berkelanjutan
Dadang menegaskan bahwa tindakan vandalisme merupakan bentuk pelanggaran yang berdampak terhadap ketertiban dan estetika Kota Bogor. Karena itu, ia meminta masyarakat, khususnya pihak yang melakukan aksi tersebut, untuk menghentikan tindakan yang merusak fasilitas publik.
Menurutnya, upaya menjaga kawasan trase Batutulis membutuhkan kesadaran bersama agar fasilitas yang telah tersedia tidak terus-menerus menjadi sasaran perusakan.
Selain mengusulkan penghijauan dinding, Dadang juga menyoroti pentingnya peningkatan pengawasan oleh pemerintah daerah. Ia mendorong Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengambil langkah pengamanan yang lebih intensif.
Pengawasan dan Patroli pada Jam Rawan
Sebagai bentuk pencegahan, Dadang mengusulkan pengerahan petugas yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan kawasan, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Patroli dinilai perlu difokuskan pada waktu yang berpotensi menjadi kesempatan bagi pelaku vandalisme. Dadang menyebut rentang waktu mulai pukul 00.00 WIB hingga menjelang waktu salat Subuh sebagai periode yang perlu mendapat perhatian khusus.
Pengawasan pada jam tersebut diharapkan dapat membantu mencegah terulangnya aksi vandalisme yang selama ini masih ditemukan meskipun tembok trase Batutulis telah dibersihkan.
Usulan taman vertikal dan peningkatan patroli menjadi dua langkah yang didorong DPRD Kota Bogor dalam menghadapi persoalan tersebut. Keduanya diarahkan untuk melindungi fasilitas umum sekaligus mempertahankan kebersihan dan keindahan lingkungan perkotaan.
Hingga kini, pemasangan taman vertikal masih berupa usulan. Belum terdapat kepastian mengenai pelaksanaan maupun jadwal penerapan konsep penghijauan tersebut di kawasan trase Batutulis.
Sumber: Radar Bogor




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!