Dinas Pertanian Provinsi Banten semakin gencar mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman padi sebagai upaya nyata meningkatkan produksi pangan. Upaya ini muncul sebagai respons terhadap penurunan rata-rata hasil panen padi yang kini hanya mencapai 5 ton per hektare.
Gerakan Pengendalian Hama OPT Padi
Plt Kepala Distan Banten, Saiful Bahri, menyatakan bahwa gerakan pengendalian hama OPT padi telah diterapkan di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Program ini bertujuan menekan serangan hama sekaligus meningkatkan produktivitas dan menjaga ketahanan pangan di daerah tersebut.
Pengawasan tidak hanya sebatas penyemprotan, tetapi juga melibatkan pemantauan berkala untuk memastikan efektivitas pengendalian. Saiful menegaskan pentingnya pengendalian yang terpadu dan berkelanjutan agar hasilnya optimal.
Pengendalian OPT harus dilakukan secara bersama-sama, terpadu, dan berkelanjutan. Setelah pengendalian dilakukan, proses monitoring dan evaluasi terhadap efektivitasnya harus terus dilaksanakan.
Petani diharapkan sigap melaporkan setiap gejala serangan hama, khususnya penggerek batang, supaya langkah penanganan segera dijalankan dan kerusakan bisa dicegah sejak dini.
Target Peningkatan Produktivitas dan Luas Tanam
Plt Kepala Bidang PTHP, Dadan Firdaus Setya Permana, menyampaikan bahwa target peningkatan produktivitas padi di Provinsi Banten adalah mencapai 7-8 ton per hektare, bahkan di Kecamatan Pontang ditargetkan mencapai 8-9 ton per hektare. Saat ini, rata-rata produksi padi di wilayah tersebut masih sekitar 5 ton per hektare, sehingga masih terdapat peluang untuk peningkatan produktivitas.
Selain itu, Distan juga mendorong peningkatan Luas Tambah Tanam (LTT) dengan syarat perawatan tanaman harus optimal agar hasil yang maksimal dapat tercapai. Dadan mengingatkan agar petani segera melaporkan apabila terjadi banjir atau kekeringan, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat melalui koordinasi lintas sektor.
Koordinasi Pengairan dan Pengendalian Hama
Dinas Pertanian Banten akan langsung meninjau kondisi saluran irigasi dan sungai di sekitar area pertanian untuk menilai kebutuhan perbaikan pengairan. Mereka menegaskan bahwa pengendalian OPT, pemanfaatan pupuk yang tepat, perbaikan sistem pengairan, dan upaya peningkatan produktivitas harus dilakukan secara bersamaan. Pendekatan terpadu ini menjadi kunci untuk mencegah kehilangan hasil panen sekaligus mendorong peningkatan produksi padi secara signifikan.
Dadan mengimbau petani dan kelompok tani agar segera melaporkan kendala pengairan seperti banjir maupun kekeringan. Ia menegaskan, “Kalau ada kendala pengairan, baik banjir maupun kekeringan, segera laporkan kepada kami. Nanti akan kita koordinasikan dengan pihak terkait untuk mencari solusinya,” sehingga langkah penanganan dapat segera diambil secara tepat dan terkoordinasi.
Upaya ini bertujuan mengatasi penurunan produksi padi yang selama ini terjadi di Banten sekaligus memperkuat ketahanan pangan provinsi. Dengan langkah-langkah pengendalian hama yang terintegrasi dan pemantauan berkala, Dinas Pertanian berharap produktivitas padi bisa meningkat dan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
Sumber: Banten Ekspres

Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!