Prodi Ekowisata SV IPB Bekali Warga Kampung Mulyaharja dengan Keterampilan Konten Digital untuk Tingkatkan Daya Saing Wisata
Senin, 26 Oktober 2026
Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University menyelenggarakan pelatihan bagi masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan Kampung Wisata Mulyaharja, Kota Bogor. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kemampuan warga dalam memasarkan destinasi wisata melalui media digital sekaligus meningkatkan standar pelayanan kepada pengunjung.
Pengelola destinasi wisata dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan promosi serta memberikan pelayanan yang berkualitas. Kedua aspek tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik destinasi dan menjangkau lebih banyak wisatawan.
Sebagai upaya mendukung pengembangan potensi wisata setempat, Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara terpadu pada 21–26 Oktober 2026.
Pelatihan ini diikuti oleh puluhan warga yang berperan dalam mengelola tiga destinasi wisata di Kelurahan Mulyaharja, yaitu Kampung Agro Edu Wisata Organik (AEWO), Kampung Alpukat, dan Saung Eling.
Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan melalui pemaparan materi, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung. Dengan metode tersebut, masyarakat diharapkan mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh untuk mendukung pengembangan dan promosi destinasi wisata di lingkungannya.
Pelatihan Pemasaran Digital untuk Memperluas Promosi Wisata
Materi mengenai pemasaran digital melalui pembuatan konten elevator pitch diselenggarakan pada 21–22 Oktober 2026. Pelatihan ini dipandu oleh Dr. Rini Untari dengan fokus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memperkenalkan destinasi wisata melalui berbagai kanal digital.
Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan dengan sejumlah media yang dapat digunakan untuk memperluas jangkauan pemasaran destinasi. Saluran tersebut meliputi situs web, media sosial, mesin pencari, hingga layanan periklanan daring.
Rini menjelaskan bahwa storytelling atau teknik bercerita menjadi salah satu komponen penting dalam menciptakan konten promosi yang menarik dan mampu membangun ketertarikan calon pengunjung.
Ia menekankan bahwa penyampaian cerita yang baik dapat membantu pengelola wisata memperkenalkan keunggulan destinasi secara lebih menarik kepada masyarakat.
Selain teknik bercerita, peserta juga mempelajari cara mengidentifikasi karakteristik, kelebihan, dan keunikan setiap objek wisata. Pembahasan turut mencakup penyajian visual serta perencanaan strategi konten digital agar pesan promosi dapat disampaikan secara tepat sasaran.
Dalam diskusi bersama pemateri, sejumlah peserta menyampaikan bahwa rasa kurang percaya diri masih menjadi kendala ketika harus tampil di depan kamera untuk membuat konten.
Padahal, kepercayaan diri berperan penting dalam mendukung penyampaian informasi yang menarik dan meyakinkan. Oleh karena itu, peserta mendapatkan arahan mengenai berbagai hal yang perlu diperhatikan saat merekam video, seperti menjaga kontak mata, mengatur ekspresi wajah, memperhatikan intonasi dan tempo berbicara, menggunakan bahasa tubuh, serta memanfaatkan alat bantu visual jika dibutuhkan.
Pada hari kedua, materi dilanjutkan dengan pembelajaran mengenai pembuatan konten yang sesuai dengan karakteristik platform media sosial, antara lain TikTok, Instagram, dan Facebook.
Untuk memperkuat pemahaman, peserta diberi kesempatan menghasilkan konten promosi secara langsung dengan durasi sekitar 30–60 detik. Kegiatan praktik ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan warga dalam menyampaikan informasi mengenai daya tarik dan potensi destinasi wisata yang mereka kelola melalui platform digital.
Penerapan SOP untuk Meningkatkan Standar Pelayanan Wisata
Selain membekali masyarakat dengan kemampuan pemasaran digital, Program Studi Ekowisata Sekolah Vokasi IPB University juga menyelenggarakan pelatihan mengenai Standard Operating Procedure (SOP) dalam pelayanan wisata.
Pelatihan yang berlangsung pada 23–26 Oktober 2026 tersebut disampaikan oleh Dr. Helianti Dewi. Dalam pemaparannya, Dewi menjelaskan bahwa SOP merupakan dokumen tertulis yang berisi panduan tahapan kerja baku sebagai acuan bagi pengelola wisata dalam melaksanakan kegiatan pelayanan sehari-hari.
Menurutnya, penerapan SOP diperlukan untuk memastikan pelayanan berlangsung secara konsisten, mengurangi risiko kesalahan, menyederhanakan proses pelayanan, dan meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi yang dikunjungi.
Pedoman kerja yang jelas juga dapat membantu pengelola memahami prosedur pelayanan yang harus dijalankan sehingga pengalaman pengunjung dapat terjaga dengan baik.
Dalam pelatihan tersebut, peserta turut mendapatkan pengetahuan mengenai prinsip Sapta Pesona sebagai landasan dalam menciptakan lingkungan wisata yang nyaman dan menarik. Mereka juga mempelajari tahapan pelayanan yang perlu dilakukan sejak pengunjung tiba hingga menerima layanan di destinasi wisata.
Tidak hanya melalui penjelasan teori, pelatihan ini dilengkapi dengan praktik pelayanan prima. Melalui simulasi tersebut, masyarakat diharapkan lebih memahami cara memberikan pelayanan yang ramah, terarah, dan berkualitas kepada wisatawan.
Program Pengabdian Masyarakat IPB University Memasuki Tahun Ketiga
Penanggung jawab kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari Program Studi Ekowisata, Ira Resmayasari, menyampaikan bahwa program pendampingan bagi masyarakat Kampung Wisata Mulyaharja telah dilaksanakan selama tiga tahun.
Program berkelanjutan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola destinasi wisata secara lebih profesional, baik dari sisi pemasaran maupun kualitas pelayanan.
Ketua Program Studi Ekowisata, Kania Sofiantina Rahayu, juga berharap materi dan keterampilan yang telah diberikan oleh tim pengabdian masyarakat dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan operasional wisata.
Ia menekankan pentingnya penerapan hasil pelatihan secara konsisten agar pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia, khususnya pengelola destinasi serta masyarakat yang terlibat, semakin berkembang dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan sejumlah dosen Program Studi Ekowisata, yaitu Dr. Rini Untari, S.Hut., M.Si., Dr. Helianti Dewi, S.Hut., M.Si., Ira Resmayasari, S.S., M.Par., MTHM, serta Teguh Jati Purnama, S.Hut., M.Si.
Melalui pelatihan pemasaran digital dan penerapan standar operasional pelayanan, IPB University berharap masyarakat Kampung Wisata Mulyaharja semakin mampu mengoptimalkan potensi wisata lokal. Peningkatan keterampilan promosi dan kualitas pelayanan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan daya saing destinasi, serta menciptakan pengalaman berwisata yang lebih baik bagi para pengunjung.
Sumber : https://radarbogor.jawapos.com/

Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!