Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp559 miliar untuk memperkuat kemandirian ekonomi Kabupaten Lebak. Upaya itu diarahkan melalui penguatan BUMD, pengembangan pariwisata alam, serta optimalisasi pajak daerah.
Usai rapat paripurna pada Senin, 19 Oktober 2026, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya menyampaikan kepada awak media di depan Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Lebak bahwa target tersebut masih realistis dicapai apabila potensi daerah dikelola secara optimal.
“Target PAD harus realistis. Dengan angka sekitar Rp559 miliar, saya rasa masih realistis dan insyaallah bisa tercapai,” ujarnya.
Perluas sumber pendapatan
Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya mendorong pemetaan sumber pendapatan yang lebih menyeluruh untuk meningkatkan PAD. Selain Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pemerintah juga menyoroti potensi pajak dari sektor hotel, restoran, serta kegiatan pariwisata sesuai ketentuan yang berlaku.
Optimalisasi pajak, menurutnya, tidak hanya berorientasi pada peningkatan penerimaan daerah. Pendekatan persuasif, pelayanan yang baik, dan komunikasi yang jelas diperlukan agar kewajiban pajak berjalan seiring dengan kepercayaan publik.
BUMD dan gabah lokal
Penguatan BUMD juga didorong untuk memperluas sumber pendapatan daerah. Perusahaan milik pemerintah daerah diharapkan dikelola profesional, mengembangkan usaha yang layak, serta memberikan manfaat ekonomi lebih luas.
Hasbi menyebut ada respons positif dari Otoritas Jasa Keuangan dan sejumlah perbankan setelah pelaksanaan diskusi kelompok terarah atau FGD. Salah satu potensi yang disoroti ialah usaha penyerapan gabah lokal hasil panen petani, yang perlu didukung perencanaan bisnis matang, kajian kelayakan, perhitungan risiko, dan tata kelola transparan.
Wisata dan pengawasan publik
Potensi wisata alam turut dipandang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat membuka peluang bagi jasa wisata, penginapan, kuliner, transportasi, dan UMKM. Pengembangannya perlu disertai peningkatan aksesibilitas, fasilitas dasar, kebersihan, keamanan, promosi, serta keterlibatan masyarakat sekitar destinasi.
Hasbi juga mengajak masyarakat dan DPRD Kabupaten Lebak mengawasi pengelolaan keuangan daerah. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar pendapatan dan belanja daerah berlangsung transparan serta dapat dipertanggungjawabkan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Sumber: Fakta Banten



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!