Potensi pertanian hortikultura di Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, semakin beragam. Selain dikenal sebagai daerah penghasil durian dan alpukat, kawasan tersebut kini mulai mengembangkan budidaya mangga Kiojay yang memiliki ukuran buah relatif besar dan berpotensi menjadi alternatif usaha pertanian masyarakat.
Mangga Kiojay merupakan varietas yang berasal dari Thailand. Tanaman ini mulai memasuki masa panen di Wonosalam sejak September 2026, dengan bobot buah yang dapat mencapai 1,4 kilogram per buah.
Tidak hanya memiliki ukuran yang menarik perhatian, mangga Kiojay juga mempunyai nilai ekonomi. Harga jualnya di tingkat petani dilaporkan berada pada kisaran Rp10 ribu per kilogram.
Kombinasi ukuran buah dan harga jual tersebut menjadikan mangga Kiojay sebagai salah satu komoditas yang mulai dilirik untuk dikembangkan di wilayah Wonosalam.
Mangga Kiojay Berbobot hingga 1,4 Kilogram
Salah seorang warga yang membudidayakan mangga Kiojay, Wulyoadi, mengungkapkan bahwa varietas tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat.
Menurut Wulyoadi, buah mangga Kiojay yang dipanen dapat mencapai bobot 1,4 kilogram. Sementara itu, harga jualnya berada pada kisaran Rp10 ribu untuk setiap kilogram.
Dalam keterangannya pada Rabu, 4 November 2026, Wulyoadi menilai ukuran buah yang besar serta nilai jualnya dapat menjadi pertimbangan bagi masyarakat yang ingin mencoba kegiatan usaha pertanian selain komoditas yang selama ini telah banyak dibudidayakan.
Dengan harga sekitar Rp10 ribu per kilogram, satu buah mangga berbobot 1,4 kilogram secara perhitungan memiliki nilai jual sekitar Rp14 ribu. Angka tersebut merupakan estimasi berdasarkan bobot dan harga per kilogram, bukan harga tetap untuk setiap buah.
Potensi tersebut membuka pilihan baru dalam pengembangan komoditas buah di Wonosalam, meskipun peluang usaha tetap perlu mempertimbangkan hasil produksi dan kondisi pemasaran.
Wonosalam Miliki Potensi Pengembangan Beragam Tanaman Buah
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Wonosalam, Adib Taufani, turut menyoroti peluang pengembangan tanaman buah di wilayah tersebut.
Menurut Adib, Wonosalam masih memiliki potensi untuk memperluas jenis komoditas hortikultura yang dibudidayakan masyarakat.
Selama ini, durian dan alpukat menjadi dua komoditas unggulan yang cukup dikenal dan banyak dikembangkan petani setempat.
Namun, Adib menilai bahwa pilihan tanaman buah tidak harus terbatas pada kedua komoditas tersebut.
Kehadiran varietas mangga Kiojay, Irwin, dan Klonal 21 dinilai dapat memperkaya keragaman produk pertanian yang dihasilkan masyarakat Wonosalam.
Pengembangan berbagai jenis mangga tersebut juga memberikan alternatif bagi warga yang ingin memanfaatkan potensi pertanian di lingkungan tempat tinggalnya.
Dengan semakin beragamnya komoditas yang dibudidayakan, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan kegiatan pertanian sesuai ketersediaan lahan.
Lahan Pekarangan Berpotensi Dimanfaatkan untuk Budidaya
Adib Taufani menjelaskan bahwa pengembangan tanaman buah alternatif juga berpeluang mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan yang selama ini belum digunakan secara produktif.
Menurutnya, kegiatan budidaya tanaman buah tidak selalu harus dilakukan di lahan pertanian yang luas.
Pekarangan rumah yang masih tersedia dapat menjadi salah satu pilihan lokasi untuk mengembangkan tanaman buah sesuai kondisi lahan masing-masing.
Pendekatan tersebut dinilai dapat membuka kesempatan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan untuk tetap mencoba kegiatan pertanian.
Dengan demikian, pengembangan mangga Kiojay dan varietas buah lainnya tidak hanya berkaitan dengan penambahan jenis komoditas, tetapi juga dengan pemanfaatan ruang yang tersedia di sekitar permukiman.
Upaya ini berpotensi memberikan nilai produktif pada lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.
Diversifikasi Komoditas Buka Peluang Ekonomi Masyarakat
Pengembangan mangga Kiojay di Wonosalam memperlihatkan adanya peluang diversifikasi komoditas pertanian di tengah dominasi durian dan alpukat sebagai tanaman buah unggulan daerah.
Keberadaan varietas baru memberikan pilihan tambahan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha berbasis hasil pertanian.
Mangga Kiojay yang mampu menghasilkan buah berbobot hingga 1,4 kilogram menjadi salah satu contoh potensi tersebut. Dengan harga jual sekitar Rp10 ribu per kilogram, komoditas ini mulai dipertimbangkan sebagai alternatif kegiatan usaha.
Di sisi lain, pengembangan mangga Irwin dan Klonal 21 juga dapat memperluas pilihan tanaman hortikultura masyarakat setempat.
Meski demikian, keberadaan potensi tersebut belum dapat diartikan sebagai jaminan keuntungan bagi seluruh petani. Pengembangan usaha tetap memerlukan pertimbangan mengenai kemampuan budidaya, hasil panen, serta peluang penjualan.
Adib menekankan bahwa pemanfaatan pekarangan menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan tanpa harus mengandalkan kepemilikan lahan dalam skala luas.
Dengan dimulainya panen mangga Kiojay sejak September 2026, Wonosalam memiliki tambahan alternatif komoditas buah yang dapat dikembangkan masyarakat.
Pengembangan varietas mangga tersebut diharapkan mampu memperkaya pilihan usaha pertanian sekaligus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan secara lebih produktif di Kabupaten Jombang.
Sumber: Jombang Banget

Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!