Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Provinsi Banten mencatat capaian positif dengan menempati posisi kedua tertinggi secara nasional. Tingginya partisipasi masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mendorong keberhasilan tersebut.
Capaian ini terungkap saat Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Filep Wamafma, melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sitanala, Kota Tangerang, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk menginventarisasi materi pengawasan terhadap pelaksanaan Program CKG sekaligus memetakan strategi yang diterapkan di Banten. Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus rekomendasi bagi daerah lain dalam menjalankan program serupa.
Kegiatan turut dihadiri jajaran Komite III DPD RI, Anggota DPD RI Dapil Banten Abdi Sumaithi, Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah, Wali Kota Tangerang Sachrudin, serta para kepala puskesmas se-Kota Tangerang.
Capaian Banten Lampaui Rata-rata Nasional
Wakil Gubernur Banten Ahmad Dimyati Natakusumah menyampaikan bahwa jumlah peserta Program CKG di Banten telah mencapai lebih dari 7 juta jiwa dan mendekati angka 8 juta orang.
Jumlah tersebut telah mencakup lebih dari 70 persen populasi Banten. Angka ini berada jauh di atas rata-rata nasional yang tercatat sekitar 42 persen.
Meski sebagian besar masyarakat telah terjangkau, Pemerintah Provinsi Banten tetap mendorong pemerataan layanan kesehatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pemutakhiran teknologi kesehatan di wilayah utara serta peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di wilayah selatan.
Direktur Fasilitasi dan Mutu Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, Roy Himawan, turut memberikan apresiasi terhadap capaian Pemerintah Provinsi Banten. Menurutnya, data hasil skrining kesehatan memiliki peran penting dalam penyusunan kebijakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Perkuat Strategi Jemput Bola
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, menyebut posisi Banten saat ini hanya terpaut sekitar 0,7 persen dari Provinsi Gorontalo yang menempati peringkat pertama nasional.
Selisih yang relatif tipis tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan cakupan Program CKG. Salah satu strategi yang diterapkan adalah menerjunkan petugas kesehatan secara langsung ke tengah masyarakat.
Wali Kota Tangerang Sachrudin juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program tersebut melalui pendekatan jemput bola.
Pemkot Tangerang secara aktif mendatangi sejumlah titik strategis, mulai dari sekolah, perusahaan, komunitas, hingga kawasan permukiman warga. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pemeriksaan sekaligus memperkuat langkah pencegahan dan promosi kesehatan di tengah masyarakat.
Sumber: Media Banten



Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!