Terkini

Pegadaian Perkuat Ekosistem Bank Sampah, Libatkan 20 Bank Sampah dari Tiga Provinsi

Pegadaian Pekanbaru libatkan 20 bank sampah dari tiga provinsi untuk memperkuat kolaborasi pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular.

Image Source: riaupos.jawapos.com

PEKANBARU – PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah II Pekanbaru terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan melalui pengembangan ekosistem bank sampah. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpengelola bank sampah melalui Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Konsolidasi Bank Sampah Forsepsi yang berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis (4–5 November 2026), di Cititel Hotel Pekanbaru.

Kegiatan ini melibatkan 20 Bank Sampah Induk binaan Pegadaian yang berasal dari tiga provinsi, yakni Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau.

Dari total peserta tersebut, sebanyak tiga bank sampah berasal dari Provinsi Riau, enam dari Sumatera Barat, serta 11 lainnya dari Kepulauan Riau.

Konsolidasi ini menjadi langkah strategis Pegadaian untuk memperkuat koordinasi antarlembaga pengelola bank sampah sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menjalankan pengelolaan sampah yang lebih profesional dan berkelanjutan.

Selain memperkuat jaringan antarpengelola, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah serta mitra offtaker atau pihak yang menyerap hasil pengelolaan sampah.

Melalui kerja sama tersebut, bank sampah diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan dan pemilahan sampah, tetapi juga mampu mengembangkan potensi ekonomi dari sampah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai.

Pegadaian Dorong Bank Sampah Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah II Pekanbaru yang diwakili Deputi Bisnis, Satriya Bratawijaya, mengatakan keberadaan bank sampah memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi.

Menurutnya, bank sampah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat edukasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, serta bagian dari pengembangan ekonomi sirkular.

“Bank Sampah bukan hanya menjadi tempat masyarakat mengumpulkan sampah, tetapi juga menjadi pusat edukasi lingkungan, penggerak ekonomi masyarakat serta bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi sirkular,” kata Satriya saat membuka kegiatan konsolidasi tersebut.

Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah perlu dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Dengan penguatan kapasitas pengelola, koordinasi ant bank sampah, serta dukungan mitra penyerapan hasil pengolahan, keberadaan bank sampah diharapkan semakin berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui Forsepsi, Pegadaian Kanwil II Pekanbaru berharap tercipta ekosistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi, produktif, dan berkelanjutan.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pelestarian lingkungan dan penguatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan sampah yang memiliki nilai guna dan nilai jual.

Sumber: Pegadaian Kanwil II Pekanbaru | Riau Pos, 6 November 2026

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *