Terkini

Banjir Sungai Garahan Jember Rusak 20 Petak Sawah, Padi Siap Panen Gagal Diselamatkan

Luapan Sungai Garahan di Jember merusak sekitar 20 petak sawah di Desa Sidomulyo. Padi siap panen roboh, tertutup lumpur dan kayu akibat banjir pada 2 November.

Image Source: radarjember.jawapos.com

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, mengakibatkan Sungai Garahan meluap dan menerjang lahan pertanian warga. Sedikitnya 20 petak sawah di Dusun Curahdamar, Desa Sidomulyo, terdampak banjir yang terjadi pada Senin (2/11/2026) pagi.

Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah tanaman padi yang telah menguning dan memasuki masa panen mengalami kerusakan. Derasnya aliran air membuat tanaman roboh, sementara sebagian lahan persawahan tertutup material lumpur, sampah, serta potongan kayu yang terbawa banjir.

Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Silo sejak Minggu (1/11/2026) malam hingga Senin dini hari. Peningkatan debit air Sungai Garahan tidak hanya berdampak pada kawasan wisata PPG Garahan, tetapi juga merusak lahan pertanian milik masyarakat.

Padi Siap Panen Rusak Diterjang Banjir

Sejumlah petani di Dusun Curahdamar mengalami kerugian hasil pertanian akibat banjir yang datang menjelang masa panen. Beberapa lahan bahkan dijadwalkan memasuki proses pemanenan pada hari yang sama ketika banjir terjadi.

Di antara warga yang terdampak terdapat Marsuli, To, dan Nur. Tanaman padi milik mereka termasuk dalam area persawahan yang diterjang luapan Sungai Garahan.

Sukron, warga Desa Sidomulyo, menjelaskan bahwa derasnya arus sungai membawa berbagai material, termasuk lumpur, sampah, dan potongan kayu berukuran besar, hingga masuk ke area pertanian.

Menurutnya, sebagian tanaman padi sebenarnya direncanakan dipanen pada Senin (2/11/2026). Namun, banjir lebih dahulu melanda persawahan sehingga tanaman yang sudah siap dipanen tidak dapat diselamatkan.

Kondisi tersebut menyebabkan petani kehilangan kesempatan untuk memperoleh hasil panen dari tanaman yang telah memasuki tahap akhir pertumbuhan.

Aliran Sungai Berubah dan Menerjang Persawahan

Sukron mengungkapkan bahwa lokasi persawahan yang terdampak berada di sekitar tikungan Sungai Garahan. Kondisi geografis tersebut membuat area pertanian rentan terkena luapan ketika debit air meningkat.

Saat banjir berlangsung, aliran sungai tidak lagi mengikuti jalur biasanya. Air yang membawa material lumpur dan potongan kayu justru meluap dan mengarah langsung ke lahan persawahan warga.

Akibatnya, tanaman padi yang telah menguning roboh diterjang arus. Sejumlah bagian lahan juga tertimbun material yang terbawa dari aliran sungai.

Kerusakan tersebut menjadi persoalan bagi petani karena terjadi ketika tanaman seharusnya segera dipanen, bukan pada tahap awal penanaman.

Polisi Konfirmasi Dampak Banjir terhadap Pertanian

Kapolsek Silo, Iptu Wawan Sugianto, membenarkan bahwa hujan deras yang berlangsung sejak Minggu malam hingga Senin pagi menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai wilayah Kecamatan Silo.

Salah satu sungai yang mengalami luapan adalah Sungai Garahan di Desa Sidomulyo. Banjir dari sungai tersebut berdampak pada kawasan wisata PPG Garahan dan lahan pertanian milik masyarakat.

Wawan menjelaskan bahwa tanaman padi yang telah memasuki masa panen tidak dapat dipanen setelah diterjang derasnya luapan air sungai.

Keterangan tersebut memperkuat laporan warga mengenai kerusakan tanaman padi akibat banjir yang melanda kawasan persawahan di Dusun Curahdamar.

Banjir Berdampak pada Hasil Pertanian Warga

Kerusakan sekitar 20 petak sawah menunjukkan bahwa dampak luapan Sungai Garahan tidak hanya terjadi pada fasilitas wisata, tetapi juga menyentuh sektor pertanian masyarakat.

Tanaman padi yang telah memasuki masa panen mengalami kerusakan setelah roboh dan tertutup material banjir. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi petani yang mengandalkan hasil pertanian sebagai sumber penghasilan.

Berdasarkan keterangan warga dan kepolisian, sebagian tanaman padi yang terdampak tidak dapat diselamatkan. Namun, belum terdapat informasi mengenai nilai kerugian keseluruhan maupun total luas lahan dalam satuan hektare.

Peristiwa ini memperlihatkan dampak hujan deras dan luapan sungai terhadap keberlangsungan kegiatan pertanian, khususnya ketika bencana terjadi menjelang masa panen.

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *