Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir berdampak terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Petani bawang merah di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol, mengalami penurunan hasil panen hingga sekitar 40 persen akibat kondisi lahan yang terus basah dan berlumpur.
Tingginya intensitas hujan menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu sekaligus menyulitkan proses pemanenan. Kondisi tersebut membuat petani menghadapi penurunan produksi dan bertambahnya pekerjaan dalam menangani hasil panen.
Salah seorang petani bawang merah di Desa Junjung, Sinto, mengungkapkan bahwa hasil panen yang diperolehnya mengalami penyusutan cukup besar dibandingkan kondisi normal.
Dalam satu kali panen, Sinto biasanya mampu menghasilkan sekitar 16 krat bawang merah. Namun, setelah lahan pertaniannya terdampak hujan deras, hasil panen diperkirakan hanya mencapai 9 hingga 10 krat.
Pada Senin (2/11/2026), Sinto menjelaskan bahwa kondisi cuaca menjadi penyebab utama berkurangnya produksi bawang merah di lahan pertaniannya.
Lahan Berlumpur Hambat Proses Pemanenan
Selain berdampak pada jumlah produksi, hujan deras juga menimbulkan kendala teknis bagi petani ketika memanen bawang merah.
Tanah yang masih basah dan berlumpur menyebabkan proses pencabutan tanaman menjadi lebih sulit. Umbi bawang merah yang diangkat dari lahan turut membawa gumpalan tanah sehingga membutuhkan penanganan tambahan sebelum dapat dipasarkan.
Sinto menjelaskan bahwa kondisi lahan yang belum mengering membuat pekerjaan saat panen semakin berat. Petani harus membersihkan tanah yang menempel pada hasil panen sebelum bawang merah siap dijual.
Selama ini, hasil produksi bawang merah dari petani setempat dipasarkan secara borongan ke wilayah Nganjuk.
Namun, penurunan volume panen dan meningkatnya pekerjaan dalam penanganan hasil pertanian membuat petani mengalami kerugian.
Sinto mengakui bahwa kondisi tersebut berdampak langsung terhadap hasil usaha pertaniannya, terutama karena jumlah bawang merah yang dapat dipanen jauh lebih sedikit dibandingkan biasanya.
Dinas Pertanian Catat Dua Hektare Lahan Terdampak
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung, Makrus Manan, membenarkan adanya laporan tambahan mengenai lahan pertanian yang terdampak banjir di Desa Junjung, Kecamatan Sumbergempol.
Menurut Makrus, hujan deras yang melanda wilayah Tulungagung dalam beberapa hari terakhir turut memengaruhi kondisi tanaman bawang merah milik petani.
Berdasarkan laporan terbaru yang diterima Dinas Pertanian, luas lahan bawang merah terdampak diperkirakan mencapai sekitar dua hektare.
Sebagian tanaman di kawasan tersebut telah berhasil dipanen. Namun, tanaman yang masih berada di lahan menghadapi risiko kerusakan apabila genangan air berlangsung terlalu lama.
Makrus menjelaskan bahwa bawang merah merupakan tanaman yang berpotensi mengalami pembusukan ketika terendam air dalam waktu berkepanjangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memperburuk kerusakan tanaman yang belum dipanen.
Penurunan Produksi Berdampak pada Pendapatan Petani
Berkurangnya hasil panen hingga sekitar 40 persen menjadi tantangan bagi petani bawang merah di Desa Junjung. Selain kehilangan sebagian potensi produksi, petani juga harus menghadapi kondisi lahan yang menyulitkan proses pemanenan.
Situasi ini menunjukkan bahwa dampak hujan deras tidak hanya terjadi pada pertumbuhan tanaman, tetapi juga memengaruhi tahapan pengambilan dan penanganan hasil pertanian sebelum dijual.
Sementara itu, laporan Dinas Pertanian Kabupaten Tulungagung mengenai lahan terdampak seluas sekitar dua hektare memberikan gambaran mengenai kondisi tanaman bawang merah di wilayah tersebut.
Dengan sebagian lahan telah dipanen dan sebagian tanaman masih berisiko membusuk akibat genangan, kondisi cuaca menjadi faktor penting yang memengaruhi hasil produksi petani.
Penurunan panen yang dialami petani Desa Junjung memperlihatkan besarnya pengaruh hujan berkepanjangan terhadap usaha pertanian bawang merah, terutama ketika kondisi lahan tidak segera mengering.


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!