Terkini

33 Siswa Wakili Kota Tangerang di OMI Banten 2026, Kemenag Beri Dukungan Penuh

Sebanyak 33 siswa Kota Tangerang mengikuti OMI Banten 2026. Kemenag memberikan dukungan dan motivasi untuk meningkatkan prestasi madrasah.

Image Source: www.bantenekspres.co.id

TANGERANG – Sebanyak 33 siswa terbaik Kota Tangerang mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Banten 2026 yang berlangsung pada 5–6 Oktober 2026 di MAN 2 Kota Serang. Keikutsertaan para siswa tersebut mendapat dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong prestasi sekaligus mengembangkan potensi akademik peserta didik madrasah. Jajaran pimpinan Kemenag Kota Tangerang bahkan hadir langsung untuk memantau pelaksanaan kompetisi dan memberikan motivasi kepada para peserta.

Kepala Kantor Kemenag Kota Tangerang, H. Iin Sholihin, hadir didampingi Kasubbag Tata Usaha Hj. Lia Amalia, Kasi Pendidikan Madrasah H. Abdul Rohman, serta jajaran Seksi Pendidikan Madrasah.

Dalam kesempatan tersebut, Iin menegaskan bahwa olimpiade bukan sekadar ajang untuk memperebutkan gelar juara. Lebih dari itu, kompetisi menjadi sarana pembentukan karakter, keberanian, kedisiplinan, serta kemampuan berpikir kritis siswa.

Menurutnya, pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dari proses pendidikan. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus belajar menghadapi tantangan.

“Ajang ini penting, karena melatih keberanian dan kedisiplinan siswa. Siswa juga belajar menghadapi tantangan, sebab setiap soal menguji ketekunan dan kemampuan berpikir,” ujarnya.

Ia menambahkan, siswa yang belum berhasil meraih juara tetap mendapatkan pengalaman berharga. Hasil kompetisi dapat dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan kemampuan pada kesempatan berikutnya.

Karena itu, pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan perlu dilakukan agar potensi akademik peserta didik dapat berkembang secara optimal.

Kolaborasi Guru dan Orang Tua Jadi Kunci Pembinaan

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kota Tangerang, Hj. Lia Amalia, menekankan pentingnya dukungan bersama dalam mendorong kemajuan pendidikan madrasah.

Menurutnya, pembinaan siswa tidak dapat hanya dibebankan kepada peserta didik dan guru. Diperlukan kolaborasi antara pimpinan, tenaga pendidik, serta orang tua agar siswa mendapatkan lingkungan belajar yang mendukung.

“Kolaborasi pimpinan dan guru menjadi fondasi, karena pembinaan siswa membutuhkan langkah yang selaras. Kerja sama penting, sebab lingkungan pendidikan harus mendukung siswa berprestasi,” ungkapnya.

Guru memiliki peran penting dalam mendampingi siswa mempersiapkan diri menghadapi kompetisi. Melalui latihan dan pembinaan yang konsisten, siswa diharapkan semakin percaya diri serta mampu mengembangkan kemampuan sesuai bidang yang diminati.

Dukungan orang tua juga menjadi faktor penting, terutama dalam membangun kesiapan mental dan semangat anak selama mengikuti kompetisi.

Kemenag Kota Tangerang berharap pengalaman 33 siswa dalam OMI Banten 2026 dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi akademik dan mengembangkan budaya kompetisi yang sehat di lingkungan madrasah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Banten, Amrullah, menyebut OMI Banten 2026 sebagai wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri peserta didik.

Pembinaan mata pelajaran unggulan juga perlu terus diperluas agar siswa memiliki kesiapan menghadapi berbagai kompetisi akademik.

Melalui dukungan dan pembinaan berkelanjutan, Kemenag berharap semakin banyak siswa madrasah di Kota Tangerang mampu mengembangkan potensinya dan meraih prestasi di berbagai tingkatan.

Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *