Terkini

BI Riau Bawa 9 UMKM Unggulan ke ISEF 2026, Perluas Peluang Pasar dan Perkuat Ekonomi Syariah

BI Riau membawa sembilan UMKM unggulan dan dua pesantren binaan ke ISEF 2026 untuk memperluas pasar produk lokal dan memperkuat ekonomi syariah.

Image Source: https://riau.antaranews.com

PEKANBARU – Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau terus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dengan membawa sembilan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan serta mitra unggulan untuk berpartisipasi dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Keikutsertaan dalam ajang ekonomi syariah berskala nasional tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan produk unggulan Riau sekaligus membuka peluang kerja sama bisnis dan memperluas akses pasar hingga tingkat internasional.
Tidak hanya menghadirkan sembilan UMKM, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Riau juga melibatkan dua pondok pesantren binaan dan perwakilan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Riau.
Partisipasi tersebut menunjukkan upaya memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha, lembaga pendidikan pesantren, dan pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang berkelanjutan.
Produk Lokal Riau Tampil di Panggung Nasional
Beragam produk khas Riau diperkenalkan dalam ISEF 2026, mulai dari makanan ringan, keripik, olahan nanas, pisang goreng kipas, hingga aneka bumbu masakan.
Selain produk kuliner, industri fesyen muslim turut menjadi perhatian melalui karya desainer lokal yang memadukan unsur tradisional dengan gaya busana modern.
Dua pelaku fesyen asal Riau, Thiffa Qaisty dan ANFIHA, berkesempatan menampilkan karya mereka dalam Indonesia International Moslem Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST).
Koleksi yang diperkenalkan mengangkat keindahan kain tenun khas Riau dan mengolahnya menjadi busana muslim kontemporer. Kehadiran karya tersebut mendapat apresiasi dari pengunjung sekaligus memperlihatkan potensi produk kreatif daerah untuk bersaing di pasar yang lebih luas.
BI Riau Perkuat Industri Halal dan Ekonomi Pesantren
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Riau, Panji Achmad, menjelaskan bahwa partisipasi dalam ISEF 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat industri halal serta mengembangkan rantai nilai halal di daerah.
Menurutnya, pengembangan ekonomi syariah tidak hanya berfokus pada sektor keuangan, tetapi juga mencakup pemberdayaan UMKM, peningkatan kemandirian ekonomi pesantren, serta pemanfaatan instrumen keuangan sosial syariah.
Upaya tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, KDEKS, perbankan, dan berbagai pihak terkait.
Dalam kegiatan ISEF, delegasi Riau juga mengikuti sejumlah forum strategis, termasuk pembahasan sinergi pemerintah pusat dan daerah serta pengembangan bisnis pesantren.
Forum tersebut menjadi sarana bertukar pengalaman, memperluas jaringan kerja sama, dan mempelajari strategi untuk meningkatkan daya saing ekonomi syariah.
Ratusan Sertifikat Halal Difasilitasi Sepanjang 2026
Sepanjang 2026, BI Riau turut menjalankan berbagai program untuk mempercepat perkembangan industri halal.
Bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pemerintah daerah, dan kalangan akademisi, BI Riau telah memfasilitasi penerbitan 200 sertifikat halal melalui skema self declare serta 20 sertifikat bagi juru sembelih halal.
Program ini menjadi bagian dari upaya membantu pelaku usaha memenuhi persyaratan halal sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
Di sektor pendidikan berbasis pesantren, BI Riau juga memberikan pendampingan usaha melalui pengembangan komoditas pangan, produk unggulan pesantren, serta peningkatan literasi ekonomi dan keuangan syariah bagi santri dan tenaga pendidik.
Sebelumnya, BI Riau telah menyelenggarakan Riau Sharia Week 2026 pada Mei. Kegiatan tersebut mencakup fasilitasi sertifikasi halal, pengenalan pembiayaan syariah, dan pameran produk UMKM.
Riau Raih Enam Penghargaan Ekonomi Syariah Nasional
Komitmen pengembangan ekonomi syariah Riau turut tercermin melalui capaian dalam Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) pada 6 Juli 2026 di Jakarta.
Provinsi Riau berhasil memperoleh penghargaan dalam enam kategori, yakni peringkat pertama untuk nilai ekspor halal, peringkat kedua untuk inklusi keuangan syariah di lingkungan pemerintah daerah, serta peringkat keempat dalam kategori sekolah pelopor ekonomi syariah dan zakat, infak, sedekah, serta wakaf (ZISWAF).
Selain itu, Riau menempati peringkat kelima pada kategori inkubasi bisnis usaha syariah dan kategori wakaf.
Capaian tersebut memperlihatkan perkembangan sejumlah sektor ekonomi syariah di Riau, mulai dari perdagangan produk halal hingga penguatan kegiatan ekonomi berbasis masyarakat.
ISEF 2026 Jadi Momentum Perluasan Pasar UMKM
ISEF dikenal sebagai salah satu ajang utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia yang mempertemukan pelaku usaha, investor, regulator, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.
Melalui pameran produk, pertemuan bisnis, forum internasional, kompetisi, serta kegiatan edukasi, ISEF membuka ruang kolaborasi bagi pelaku industri halal untuk memperkuat jaringan bisnis dan memperkenalkan inovasi.
Bagi UMKM Riau, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut diharapkan menjadi peluang untuk meningkatkan daya saing produk, memperluas jaringan pemasaran, serta membuka akses terhadap calon mitra usaha.
Ke depan, BI Riau berkomitmen melanjutkan kerja sama dengan KDEKS, pemerintah daerah, dan berbagai pihak terkait guna membangun ekosistem ekonomi syariah yang semakin inklusif, mandiri, dan berdaya saing.
Penguatan sektor ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi industri halal, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas bagi UMKM, pesantren, dan masyarakat Riau.
Bagaimana reaksi Anda?
Nilai artikel ini
Belum ada penilaian

Mungkin Anda suka

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *