Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang memastikan aliran Kali Musi di Kutabumi 2, Kecamatan Pasarkemis, terkendali setelah longsoran tanah menjebol tanggul sementara di area proyek saluran utilitas bawah tanah, Sabtu, 17 Oktober 2026. Luapan sempat menggenangi jalan dan area proyek, namun tidak masuk ke permukiman RW 20 dan RW 21.
Insiden terjadi sekitar pukul 14.15 WIB di lokasi proyek jacking. Petugas kemudian melakukan penanganan di lapangan untuk mencegah luapan air meluas ke kawasan permukiman warga.
Penanganan aliran air
Kepala DBMSDA Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah, mengatakan bahwa longsoran terjadi di sisi kali pada area pekerjaan proyek. Penanganan segera dilakukan setelah kondisi tersebut terdeteksi.
Air tidak sampai ke kawasan perumahan di RW 20 maupun RW 21. Karena kami langsung lakukan penanganan di lapangan,” ujar Iwan pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Berdasarkan laporan petugas, aliran air bergerak dari Jalan Musi menuju Kali Musi, kemudian melewati saluran eksisting hingga ke saluran air di seberang kali. Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, petugas menutup pintu air Cisadane, membuka pintu air Pangadegan, serta memantau ketinggian muka air.
Air dilaporkan surut
DBMSDA Kabupaten Tangerang menyatakan pengaturan aliran air dilakukan untuk memastikan kondisi tetap terkendali serta tidak berdampak terhadap lingkungan maupun permukiman warga di sekitar lokasi proyek. Pemantauan dilakukan bersama unsur kewilayahan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta pelaksana proyek.
Hasil pemantauan pada pukul 16.15 WIB menunjukkan air di kali telah surut. Air juga dipastikan tidak masuk ke kawasan permukiman RW 20 dan RW 21,” ungkapnya.
Pemantauan berlanjut
DBMSDA Kabupaten Tangerang akan terus melakukan pemantauan di sekitar lokasi pekerjaan proyek untuk memastikan aliran air tetap terkendali serta mengantisipasi potensi dampak lanjutan akibat kejadian tersebut.
Sumber: Banten Ekspres


Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!