Fokus Pemenuhan Sarpras Karhutla, Pengelolaan Banpres Dipacu Guna Maksimalkan Pencegahan Kebakaran
Pemerintah Kabupaten Berau menerima Bantuan Presiden (Banpres) senilai Rp15 miliar untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan. Dana itu akan difokuskan untuk pengadaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran guna memperkuat kesiapsiagaan di wilayah Bumi Batiwakkal.
Sekretaris Kabupaten Berau Muhammad Said mengatakan petunjuk pelaksanaan penggunaan Banpres telah diterima dari Kementerian Dalam Negeri. Pemerintah daerah kini mulai memproses tahapan pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Banpres untuk penanganan karhutla kita mendapatkan Rp 15 miliar. Juklaknya sudah diberikan Kemendagri, peruntukannya untuk pembelian alat-alat penanganan karhutla atau pemadam kebakaran,” ujarnya Selasa (3/11).
Fokus pengadaan peralatan
Said menjelaskan Banpres tersebut secara khusus diperuntukkan bagi pemenuhan peralatan dan infrastruktur pendukung penanganan kebakaran. Dana itu tidak digunakan untuk membiayai operasional maupun kebutuhan personel yang tergabung dalam Satuan Tugas Karhutla.
Pembiayaan aktivitas Satgas Karhutla tetap memakai anggaran Biaya Tidak Terduga yang sebelumnya dialokasikan Pemkab Berau. Skema ini diterapkan agar kebutuhan operasional penanganan kebakaran dan pengadaan sarana pendukung berjalan melalui pos anggaran masing-masing.
Hingga kini, Banpres Rp15 miliar belum digunakan karena juklak dari pemerintah pusat baru diterima. Pemerintah daerah segera melaksanakan proses pengadaan dengan fokus pada sarpras penanganan karhutla.
Usulan kebutuhan sarpras
Kepala Pelaksana BPBD Berau Masyhadi Mundi mengatakan bantuan tersebut telah diterima pemerintah daerah, tetapi BPBD tidak mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana melalui Banpres. Menurut dia, pengajuan kebutuhan kemungkinan dilakukan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Berau sesuai peralatan yang diperlukan.
BPBD memilih tidak mengajukan Banpres karena sebelumnya telah menerima anggaran BTT Rp3 miliar yang dimaksimalkan untuk mendukung penanganan karhutla. Intensitas kebakaran belakangan juga menurun setelah hujan beberapa kali mengguyur Berau dan jumlah titik panas berkurang.
Personel tetap siaga
Meski intensitas kebakaran menurun, sejumlah wilayah pesisir masih mengalami kebakaran sehingga pemantauan dan penanganan terus dilakukan. Banpres Rp15 miliar diharapkan memperkuat peralatan pemadam untuk mengantisipasi potensi kebakaran saat cuaca kembali kering.
Sumber: Berau Post




Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!